Tetua Badui: momentum HUT RI perkuat persatuan

id lebak,hut ri, momentum hut ri,suku badui

"Kita berharap seluruh masyarakat perkuatĀ  persatuan dan kedamaian dalam negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Jaro Saija, tetua adat Badui juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak

Lebak (ANTARA) - Tetua adat masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, mengharapkan momentum HUT ke-74 RI hendaknya dapat lebih memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kita berharap seluruh masyarakat perkuat persatuan dan kedamaian dalam negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Jaro Saija,tetua adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Sabtu.

Baca juga: Penumpang KA nyanyikan Indonesia Raya saat detik-detik Proklamasi

Baca juga: HUT Kemerdekaan di perbatasan persembahkan tarian nusantara


Peringatan HUT RI menjadikan refleksi perjuangan masyarakat Indonesia untuk meraih kemerdekaan dari tangan penjajah.

Masyarakat Badui yang tinggal di pegunungan Kendeng juga berjuang untuk merebut kemerdekaan.

Sebab, masyarakat Badui yang berpenduduk 12.000 jiwa sangat mencintai NKRI.

Karena itu, warga Badui hingga kini melestarikan persatuan dan kedamaian agar kehidupan manusia memiliki peradaban yang lebih baik dan bisa melindungi lingkungan serta habitat lainnya.

"Kami menginginkan kehidupan masyarakat Indonesia aman, damai dan tentram juga perkuat persatuan," katanya.

Santa, tetua warga Badui mengatakan masyarakat Indonesia yang memperingati HUT ke-74 RI agar diperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Apalagi, masyarakat Indonesia memiliki keanekaragaman perbedaan suku, agama, bahasa, budaya dan adat.

Pihaknya mengapresiasi selama ini masyarakat Indonesia semakin kuat persatuan pascapemilihan umum (Pemilu).

"Kita berdoa ke depan Indonesia lebih maju dan sejahtera," katanya.

Baca juga: Peringatan HUT Proklamasi di pulau perbatasan Indonesia - Filipina

Baca juga: Warga perbatasan bentang merah-putih di atas perairan

Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar