Peserta SMN 2019 asal Sulsel sebut Kebhinekaan perlu dijaga

id Peserta SMN 2019 asal Sulsel sebut Kebhinekaan perlu dijaga,Parepare, Wajo, takalar, Bantaeng, Makasar, Gowa, Luwu, tana Toraja, Papua, Sulsel

Peserta SMN 2019 asal Sulsel berpose bersama pada malam pelepasan di Restauran B'One, Kota Jayapura, Papua, Rabu (22/8) (ANTARA News Papua / Alfian Rumagit)

Jayapura (ANTARA) - Peserta program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019 yang digagas oleh Kementerian BUMN asal Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebutkan keberagaman dan Kebhinekaan perlu dijaga dan dihormati.

Demikian hal ini disampaikan oleh Teguh Setiawan dari SMAN 5 Parepare, Kabupaten Parepare di Kota Jayapura, Papua, Rabu (21/8) menyikapi persoalan rasisme hingga membuat aksi longmars dan anarkis terjadi di beberapa tempat di Papua dan Papua Barat.

"Saya kira kita semua perlu menjaga semangat keberagaman dan Kebhinekaan, dengan semangat Pancasila dan UUD 1945, ucapan rasis seharusnya tidak perlu dilakukan jika berpedoman pada hal yang tadi saya sebutkan," katanya.

Menurut dia, menjadi hal yang wajar jika terjadi aksi protes terkait ujaran kebencian yang sudah terlalu memojokkan, sehingga secepatnya persoalan itu harus segera diselesaikan dengan bijak dan baik dengan harapan tidak terjadi lagi dikemudian hari, yang pada akhirnya bisa menimbulkan perpecahan dan persoalan di tengah warga.

Baca juga: Penutupan SMN di Manado berlangsung semarak

"Rasis adalah sikap yang tidak terpuji. Kita harus tinggalkan sikap seperti itu apalagi kita di dalam bingkai NKRI dan Kebhinekaan, hal ini yang harus kita kedepankan," kata Teguh.

Ia mengaku berterima kasih kepada BUMN Hadir Untuk Negeri lewat program SMN 2019 karena bisa menjadi wakil dari Kabupaten Parepare berkunjung ke Papua khususnya ke Kota dan Kabupaten Jayapura.

"Papua luar biasa, baik alamnya, budaya dan orangnya yang sangat bersahabat, selalu menyampaikan salam terlebih dahulu dan menghormati serta menghargai orang dengan sebutan adik atau kakak," katanya.

Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) merupakan momentum pertukaran pelajar antarprovinsi yang difasilitasi oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN).

Tahun ini di Provinsi Papua, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) ditunjuk oleh Kementerian BUMN sebagai BUMN PIC (koordinator) program SMN.

Siswa-siswi peserta SMN dari Papua dikirim ke Makassar, Sulawesi Selatan, dan peserta SMN Sulawesi Selatan ke Jayapura, Provinsi Papua. Kegiatan SMN 2019 akan berlangsung hingga 23 Agustus mendatang.

Baca juga: Wakil Wali Kota Jayapura apresiasi penampilan tari SMN Sulsel
Baca juga: Program SMN tanamkan rasa kebanggaan kepada bangsa

 

Pewarta : Alfian Rumagit
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar