Jakarta (ANTARA) -

Pakistan merayakan Hari Pertahanan yang jatuh setiap tanggal 6 September serta Hari Solidaritas Kashmir untuk menegaskan kembali dukungan kepada orang-orang tertindas di wilayah yang dikuasai India.

Hal tersebut diungkapkan Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Abdul Salik Khan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

"Perayaan ini untuk memberikan penghormatan kepada para syuhada negara dan untuk menegaskan kembali komitmen untuk mempertahankan tanah air terhadap semua ancaman," ujar Dubes Salik Khan.


Pada Jumat 6 September 2019 juga menandai peringatan 54 tahun perang Pakistan-India 1965 ketika pasukan Pakistan dengan gagah berani mempertahankan negara dari serangan militer India.

Dubes Salik Khan mengatakan perang yang terjadi pada 1965 itu dipicu oleh serangan militer India ke wilayah Pakistan.

"Karena adanya serangan militer India ke negara kami, maka pasukan kami pun membalas serangan tersebut," ujar dia.

Pada hari ini, lanjut dia, Pakistan memperingati Hari Solidaritas Kashmir sebagai bentuk dukungan kepada rakyat Kashmir yang selama ini ditindas oleh militer India.

"Ada sekitar 800 ribu pasukan pemerintah India di wilayah Kashmir. Selama puluhan tahun rakyat Kashmir ditindas oleh militer India," kata dia.

Apalagi, lanjut Dubes Salik Khan, sejak 5 Agustus, pemerintah India mencabut status daerah istimewa yang selama ini diberikan kepada kawasan Kashmir.

Akibatnya, rakyat Kashmir yang mayoritas Mslim itu harus hidup di bawah jam malam yang ketat, pemblokiran akses komunikasi maupun internet.

Dengan menanggalkan status khusus Kashmir, rakyat Kashmir tidak diperbolehkan membuat aturan hukum secara mandiri.

"Lebih dari 4.000 orang telah ditahan sejak 5 Agustus," kata dia.
Baca juga: Pakistan peringati "Hari Hitam"
Baca juga: Pakistan minta India taati 11 resolusi PBB terkait Kashmir
Baca juga: Pakistan butuh dukungan Indonesia selesaikan Kashmir

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Maria D Andriana
Copyright © ANTARA 2019