Kibarkan Merah-Putih setengah tiang, warga Sulut berduka untuk Habibie

id Warga Sulut Berduka Kibarkan Bendera Merah-Putih Setengah Tiang, bj habibie wafat

Permukiman dan perkantoran di Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (12/9/2019) mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang, menghormati almarhum Presiden RI ke-3 BJ Habibie. (FOTO ANTARA/Nancy Lynda Tigauw)

Manado (ANTARA) - Warga Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berduka dengan berpulangnya Presiden RI ke-3 BJ Habibie dengan mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang.

"Kami mengibarkan bendera Merah Putih sebagai bentuk duka mendalam atas berpulangnya 'Bapak Teknologi' BJ Habibie," kata Refky S, warga Kota Manado, Kamis.

Dia mengatakan hanya dengan melihat pemberitahuan di media sosial terkait wafatnya BJ Habibe, ia segera memasang bendera Merah Putih setengah tiang.

"Banyak warga tanpa diperintahkan oleh pemerintah setempat seperti lurah, langsung memasang bendera Merah Putih setengah tiang, sebagai bentuk penghormatan terakhir pada BJ Habibie," katanya.

Jenny W, warga Minahasa juga langsung memasang bendera Merah Putih setengah tiang.

"Ketika bangun tadi pagi-pagi, langsung mengibarkan bendera Merah Mutih setengah tiang untuk menghormati Pak Habibie," katanya.

Pengibaran bendera Merah Putih  setengah tiang itu, katanya, sebagai bentuk berkabung warga atas berpulangnya putra terbaik bangsa ini.

"Semoga almarhum Bapak BJ Habibie mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah," katanya.

Banyak beredar di media sosial, terkait pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang yang menyebabkan warga setelah ada imbauan Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia Nomor B-1010/M.Sesneg/Set/TU.00/09/2019 tentang Pengibaran Bendera Negera Setengah Tiang dan Hari Berkabung Nasional langsung melaksanakannya.

Pengibaran bendera negara setengah tiang yang bersifat sangat segera itu, untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada putra terbaik bangsa Baharuddin Jusuf Habibie yang telah wafat pada 11 September 2019 di Jakarta.

Habibie yang lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936, tutup usia di umur 83 tahun pada Rabu pukul 18.05 WIB di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

Sebanyak 44 tim dokter dipimpin oleh tim dokter kepresidenan sudah bekerja merawat Habibie sejak presiden ketiga RI tersebut dirawat di RSPAD Gatot Soebroto pada 11 September 2019.

Almarhum Habibie dimakamkan di sebelah pusara mendiang istrinya, Ibu Ainun Habibie, yang menempati slot 120-121 di TMP Nasional Kalibata.

Baca juga: Prestasi BJ Habibie, PWI Sulut usulkan Habibie tokoh pers Nasional

Baca juga: Wagub: BJ Habibie representasi warga Sulut

Baca juga: Tokoh Agama Sulut: Habibie tokoh pemersatu bangsa

Baca juga: Tokoh Muda Sulut : Habibie bukti kecerdasan intelektual

Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar