Kebakaran Hutan - Dicek, helikopter "water boombing" mendarat darurat

id KNKT, BNPB, BPBD, helikopter water boombing, heli mendarat darurat, karhutla, kabut asap,kebakaran hutan,kebakaran hutan dan lahan,asap karhutla,karhu

Helikopter BNPB yang digunakan untuk water boombing mendarat darurat di Banjarbaru. (antara/foto/firman)

Banjarbaru (ANTARA) - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengecek kondisi helikopter "water boombing" (pengebom air) di Banjarbaru yang mendarat darurat dalam rangka mengatasi kebakaran hutan dan lahan di daerah itu.

Menurut Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan Wahyuddin di Banjarbaru, Jumat, ada dua petugas KNKT yang melakukan pemeriksaan untuk kepentingan investigasi.

"Nanti hasil keputusan dari KNKT untuk penggunaan helikopter selanjutnya apakah bisa lanjut dioperasionalkan atau tidak," kata dia.

Diketahui insiden mendarat darurat helikopter yang disewa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari PT Rajawali Pratama International terjadi pada Kamis sore, di area lahan kosong di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru.

Baca juga: Karhutla di Jambi meluas, satgas tambah helikopter water bombing

Peristiwa itu pun sempat membuat heboh warga setempat hingga menarik masyarakat untuk mendekat guna ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Garis polisi dipasang mencegah masyarakat mendekat di area helikopter yang mendarat darurat. ANTARA/Firman


Dari informasi yang pihaknya terima sementara, pilot melakukan pendaratan setelah kru helikopter mendengar ada alarm berbunyi pada helikopter usai melakukan pengambilan air dalam rangka mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

Oleh karena itu, pilot mengambil keputusan untuk "release bucket" (lepas ember) dan "landing" (mendarat) untuk melakukan kroscek.

"Alhamdulilah helikopter mendarat dengan baik tanpa ada kerusakan, baik pada badan heli maupun lingkungan sekitar," kata dia.

Dia mengatakan satu helikopter yang sementara ini tidak bisa digunakan tersebut tentu membuat pelaksanaan pengeboman air untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan menjadi berkurang.

"Dari lima, saat ini hanya empat heli yang beroperasi. Padahal kita sangat memerlukan bantuan satgas udara mengingat banyak lahan terbakar yang sulit dijangkau satgas darat, terutama menanggulangi karhutla di kawasan Bandara Syamsudin Noor yang jadi fokus kita," katanya.

Baca juga: BNPB siap tambah helikopter atasi karhutla Kalteng
Baca juga: BPBD Jambi: 319 bom air dijatuhkan untuk padamkan api

 

Lima helikopter water bombing berupaya padamkan karhutla di Kalsel


Pewarta : Firman
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar