Maruarar dorong Hipmi masuk desa dongkrak aktivitas ekonomi

id maruarar,Hipmi,aktivitas ekonomi desa

Anggota DPR, Maruarar Sirait dalam dialog ekonomi dan bisnis yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Jakarta, Senin (16/9/2019). (ANTARA/ Zubi Mahrofi)

Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR-RI Maruarar Sirait mendorong Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) masuk desa untuk memberikan pendampingan guna mendongkrak aktivitas ekonomi setempat.

"Hipmi ada program 'go to school', 'go to campus', 'go to pesantren', saya rasa bagus juga Hipmi 'go to desa', itu tentu juga akan memberikan suatu yang nyata bagi perekonomian desa," ujar Maruarar Sirait dalam dialog ekonomi dan bisnis yang diselenggarakan Hipmi di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan pemerintah mengalokasikan dana desa untuk 2020 sebesar Rp72 triliun, yang diharapkan turut menciptakan entrepreneur baru serta memperbesar badan usaha milik desa (BUMDes) yang akhirnya mendorong perkembangan ekonomi.

Ia mengemukakan, tantangan dalam mengembangkan BUMDes dari tahun ke tahun, yakni mengenai sumber daya manusia (SDM).

Baca juga: Presiden Jokowi tangkap isyarat Ketum HIPMI Bahlil soal menteri

"BUMDes sangat tergantung pada perangkat desa. Apakah mereka mempunyai ide? Apakah punya terobosan? Apakah punya tanggung jawab? Kalau Hipmi bisa memberikan dukungan dan pendampingan maka akan bagus sekali," katanya.

Di tempat sama, Ketua Hipmi periode 2001-2004 Muhammad Lutfi mengatakan pengusaha muda harus dapat melihat potensi yang ada di setiap daerah Indonesia sehingga dana desa bisa menjadi penggerak ekonomi nasional.

"Menjadi tantangan bagi pengusaha Hipmi untuk memberikan sesuatu dan berwarna terhadap pergerakan ekonomi desa. Itu sebenarnya cita-cita dari dana desa," ucapnya.

Melalui kolaborasi, lanjut dia, akan tercipta kemitraan dan sinergisitas, dengan cara sumbang-menyumbang kemampuan pribadi.

Ia menambahkan, kolaborasi pengusaha juga merupakan salah satu untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Pertumbuhan kelas menengah di Indonesia pada 2020 mendatang sekira 141 juta orang merupakan peluang yang harus ditangkap pengusaha.

Baca juga: Hipmi minta pemerintah permudah akses pembiayaan

"Tahun 2020 terdapat sekitar 141 juta orang akan masuk ke kelas menengah baru. Ini potensi pengusaha, kalau kita tidak membuat 'networking' yang baik kita akan merugi karena akan dimasukkan oleh pengusaha asing," katanya.

Menurut dia, pengusaha asing datang ke Indonesia bukan karena kekayaan alam, keramahan masyarakatnya maupun insentif pajaknya, melainkan karena pasar yang besar seiring bertambahnya jumlah penduduk kelas menengah.
Baca juga: Hipmi berharap pengusaha bermitra strategis dengan pemerintah


Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar