Pergerakan penumpang di Bandara SMB II belum terpengaruh asap

id bmkg palembang,kabut asap palembang,kabut asap,karhutla

General Manager Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Fahroji. (ANTARA/Aziz Munajar/19)

Palembang (ANTARA) - Pergerakan penumpang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang masih normal dan belum terpengaruh dampak kabut dan asap secara signifikan.

General Manager Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Fahroji, Rabu, mengatakan rata-rata pergerakan penumpang saat ini 12.000 orang setiap hari baik kedatangan maupun keberangkatan, jumlah tersebut sama seperti kondisi saat tidak ada gangguan asap.

"Kabut asap hanya berpengaruh ke pergerakan pesawat, tapi itu juga tidak semuanya terdampak," ujar Fahroji kepada Antara.

Menurut dia sejak 5 September 2019 memang jarak pandang landasan di Bandara SMB II beberapakali menunjukkan penurunan di bawah ambang batas aman 800 meter, akibatnya beberapa jadwal penerbangan terpaksa delay.

Setidaknya ia mendata 10 jadwal penerbangan yang mengalami delay kedatangan dan keberangkatan dengan rentang waktu delay 6 hingga 34 menit selama satu pekan terakhir.

Selain itu terpantau satu pembatalan jadwal penerbangan tujuan Muaro Bungo Jambi pada 17 September.

"Pembatalan Jadwal itu Maskapai Citylink, pesawatnya tidak bisa mendarat karena bandara di Muaro Bungo diselimuti asap tebal sampai siang hari," tambah Fahroji.

Jarak pandang di bawah ambang batas memang didominasi jadwal penerbangan pagi hari, kata dia, sebab kabut asap tebal menyelimuti landasan pada rentang pukul 05.00 sampai 07.30 WIB.

"Setelah matahari terbit maka kabut dan asap akan terurai sehingga jarak pandang naik melebihi ambang batas, setelah itu tidak ada masalah jarak pandang lagi," demikian Fahroji.

Baca juga: Airnav Palembang: jarak pandang penerbangan aman di atas pukul 08.00

Baca juga: Kabut asap, BMKG: malam hari udara Palembang sangat tidak sehat

Baca juga: Kabut asap di Palembang dipicu keberadaan 115 titik panas

Pewarta : Aziz Munajar
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar