Pengeboman air masih dibutuhkan tanggulangi karhutla di Kalteng

id karhutla kalteng,kebakaran hutan,kebakaran hutan dan lahan,asap karhutla,karhutla

Dandim 1015/Sampit Letkol CZI Akhmad Safari saat melakukan patroli udara di Kabupaten Karingan, Kamis (26/9/2019). ANTARA/HO-Kodim Sampit

Sampit (ANTARA) - Pemadaman kebakaran hutan dan lahan melalui jalur udara menggunakan helikopter untuk melakukan bom air (water bombing) air masih sangat dibutuhkan untuk memadamkan kebakaran lahan di Kalimantan Tengah.

"Seperti saat kami melakukan patroli udara, terlihat masih ada kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Katingan yang lokasinya tidak dapat dijangkau oleh pasukan darat untuk pemadaman kebakaran sehingga sulit dipadamkan. Lokasinya di Desa Tumbang Panggo," kata Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol CZI Akhmad Safari di Sampit, Jumat.

Selaku Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, Akhmad Safari rutin melakukan patroli darat dan udara di wilayah Kodim 1015/Sampit yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur, Katingan dan Seruyan.

Patroli dilakukan untuk memantau kondisi di lapangan sebagai bahan menentukan langkah tepat yang akan diambil untuk penanggulangan kebakaran lahan. Pemantauan udara dilakukan untuk mengetahui posisi kebakaran lahan yang terjadi sehingga bisa diputuskan pemadaman akan dilakukan oleh tim melalui jalur darat harus melalui udara.

Baca juga: PT GBSM klaim kebakaran pada konsesinya bukan karena kesengajaan

Baca juga: Polda Kalteng sidik dua korporasi terkait Karhutla

 

Polda Kalteng tetapkan 60 orang dan 2 korporasi tersangka karhutla



Pada Kamis (26/9), Akhmad Safari melakukan patroli udara di wilayah Kabupaten Katingan menggunakan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Dia menempuh perjalanan darat dari Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur menuju Kasongan Kabupaten Katingan.

Patroli udara dilakukan dengan rute Kasongan-Petak Bahandang-Baun Bango-Kamipang-Mendawai. Semua wilayah itu masuk Kabupaten Katingan.

Dari ketinggian terlihat kebakaran lahan terjadi di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan. Lokasinya cukup jauh dari akses jalan darat maupun sungai sehingga sulit dijangkau oleh tim pemadam kebakaran darat.

Untuk kebakaran lahan yang lokasinya jauh seperti itu, tidak ada pilihan selain mengandalkan upaya pemadaman melalui udara. Akhmad Safari berharap pemadaman melalui udara bisa dioptimalkan memadamkan kebakaran lahan, khususnya di Katingan, Kotawaringin Timur dan Seruyan.

Baca juga: Kalbar dan Kalteng penyumbang hotspot terbesar, sebut BNPB

Baca juga: BPN Kalteng sebut banyak lahan terbakar belum bersertifikat


Kebakaran lahan yang terjadi sudah menimbulkan dampak yang mengganggu kesehatan, pendidikan, transportasi dan ekonomi. Bahkan patroli udara pun juga terganggu karena jarak pandang yang terbatas akibat asap.

"Patroli tidak sampai ke Mendawai. Visibility (jarak pandang) kurang dari 300 meter, sehingga kami memutuskan kembali ke Kasongan," kata Akhmad Safari.

Saat di Kasongan, Akhmad Safari juga bertemu dengan Bupati Katingan Sakarias. Akhmad Safari mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan pemerintah daerah Satgas Penanggulangan Karhutla Kabupaten Katingan dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.

"Kami berharap penanggulangan kebakaran hutan dan lahan terus dioptimalkan. Masyarakat juga diimbau membantu mencegah dan menanggulangi agar kebakaran hutan dan lahan serta asap segera berakhir," ujarnya.*

Baca juga: Pangdam Tanjung Pura perintahkan satgas tingkatkan patroli di Kalteng

Baca juga: BNPB tetapkan status Kalteng-Riau tanggap darurat kebakaran hutan

 

Pewarta : Kasriadi/Norjani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar