Kebun hidroponik di rusun, DPRD DKI: Agar Jakarta tak impor sayuran

id kebun hidroponik, rusun ks tubun, dprd dki, sayur hidroponik, impor sayur

Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi, anggota DPRD DKI Jakarta Syarifudin dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Kelik Indriyanto meninjau kebun hidroponik di rumah susun KS Tubun Palmerah Jakarta, Selasa (15/10/2019). (ANTARA/DEVI NINDY)

Jakarta (ANTARA) - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra Syarifudin mengharapkan Jakarta tidak  impor sayur-mayur, namun mengembangkan kebun hidroponik di rumah-rumah susun.

"Nanti kita akan bicarakan di tingkat fraksi agar masyarakat beli sayur gak perlu impor lagi. Produksi sayuran itu dibaguskan," ujar Syarifudin di Jakarta, Selasa.

Saat ini, anggota DPRD DKI masih membahas tentang Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Setelah itu akan ada pembahasan mengenai program kebun hidroponik ada di seluruh wilayah Jakarta

"Apalagi kita dari Gerindra pengusung pak gubernur, jadi harus kita dukung program seperti ini," ujar Syarifudin.

Baca juga: Penghijauan produktif, alasan kebun hidroponik ditempatkan di rusun
Baca juga: Lahan terbatas rusun KS Tubun diolah jadi kebun hidroponik


Ia mengapresiasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) perbankan Bank DKI yang memberikan kebun hidroponik dan bimbingan pengelolaan hasil sayur mayur hidroponik kepada warga rusun.

"Jadi sayuran-sayuran ini memang lagi digalakkan sama pak gubernur untuk ruang terbuka hijau. Harus dimanfaatkan lahan-lahan yang memang tidak ada manfaatnya," kata dia.

Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar