Dinkes: 52,3 persen penderita HIV di Padang berasal dari daerah lain

id penderita hiv di padang

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani. (ANTARA/Ikhwan Wahyudi)

Padang, (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Padang mengungkapkan sebagian besar penderita HIV/AIDS yang terdata dan ditemukan pada 2019 berasal dari luar kota bahkan ada yang berasal dari luar Sumatera Barat.

"Dari 287 temuan kasus HIV/AIDS pada 2019, sebanyak 150 orang atau 52,3 persen penderitanya berasal dari luar Kota Padang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani di Padang, Rabu.

Kemudian pada 2018 dari 447 kasus HIV yang ditemukan sebanyak 268 orang atau 60 persen berasal dari luar Kota Padang.

Menurut dia, selama ini berkembang informasi di Sumatera Barat, penderita HIV tertinggi ada di Padang dan ternyata setelah ditelusuri lebih banyak yang berasal dari luar Padang, namun berobat di Padang.

Baca juga: Padang temukan 179 kasus HIV baru hingga Juli 2019

Baca juga: Dinkes: 370 kasus HIV ditemukan di Padang

Baca juga: Sebanyak 186 pasien HIV/AIDS meninggal di RSUP Djamil Padang


Ia menilai tingginya angka HIV/AIDS di Padang juga karena penduduk di kota ini terkonsentrasi dan jumlah warga paling banyak di banding daerah lain.

Feri menilai hal itu terjadi karena fasilitas pengobatan di Padang cukup baik dan pihaknya tidak melakukan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS.

Di Padang terdapat 23 puskesmas dan dua rumah sakit yang siap memberikan pelayanan terhadap penderita HIV/AIDS, kata dia.

Untuk melacak penderita HIV, Dinas Kesehatan Kota Padang melakukan pemantauan kepada kelompok berisiko dengan memberikan beragam penjelasan.

Setelah yang bersangkutan diberikan penjelasan dan pemahaman kemudian yang bersangkutan bersedia langsung dilakukan tes darah, kata dia.

Ke depan dalam rangka mengantisipasi HIV dan AIDS, pihaknya melakukan sosialisasi pada pelajar, tingkat SMP dan SMA , guru dan mahasiswa.

Kemudian juga dilakukan koordinasi dengan OPD terkait dan dilakukan pemeriksaan pada ibu hamil dan pasien TB serta tes pada kelompok berisiko, lelaki sesama lelaki, waria, pekerja seks komersial dan warga binaan di rutan dan lapas.*

Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar