Praktisi Edukasi: Penghapusan UN efektif untuk siswa

id Praktisi Edukasi, penghapusan UN

Praktisi Edukasi Andrew Sophian Putra saat memberikan penjelasan mengenai Program Persiapan AKM (PAKEM) 2021. (ANTARA/Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Praktisi Edukasi Andrew Sophian Putra menyatakan penghapusan Ujian Nasional (UN) lebih efektif untuk siswa karena membantu mereka lebih fokus pada penerapan ilmu yang dimiliki.

"Dengan diubahnya UN menjadi AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) maka akan lebih efektif," katanya pada peluncuran "Program Persiapan AKM (PAKEM) 2021" oleh Amora Learning Center Serengan Solo, Rabu.

Ia mengatakan selama ini Indonesia memiliki banyak bibit unggul dari sisi sumber daya manusia (SDM), namun sistem pendidikan yang berjalan belum bisa optimal.

"Oleh karena itu, ketika pada pertengahan bulan Desember ada pengumuman dari Menteri Pendidikan bahwa UN akan dihapuskan saya mendukung, harapannya akan ada perubahan sistem yang lebih baik," katanya.

Ia berharap dengan penerapan ilmu pengetahuan yang lebih optimal melalui AKM, SDM Indonesia lebih siap untuk bersaing tidak hanya di dalam negeri tetapi juga luar negeri.

Baca juga: Hoaks, Mendikbud Nadiem resmi hapus Ujian Nasional mulai 2021

Baca juga: Mendikbud Nadiem hapus Ujian Nasional mulai 2021, benarkah?

Baca juga: Legislator sambut baik wacana penghapusan UN


"Apalagi di tengah MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) ini persaingannya sudah bukan antar-SDM di Indonesia tetapi juga bersaing dengan orang-orang dari negara lain. Tentunya kualitas SDM harus ditingkatkan," katanya.

Ia mengatakan untuk meningkatkan kualitas SDM maka harus dimulai sejak siswa masih duduk di bangku TK.

"Kalau tidak segera dimulai, mau mulai dari mana karena anak-anak kita mulai dari usia TK, SD, SMP berada pada proses pembentukan, jadi sangat penting untuk mengenalkan program AKM ini," katanya.

Sementara itu, pada program persiapan AKM oleh Amora Learning Center tersebut, dikatakannya, para pelajar akan memperoleh kesempatan untuk menjajal pembelajaran konteks atau context learning, yaitu sistem pembelajaran yang selama ini telah dipraktikkan di kurikulum Cambridge di Singapura, Inggris, dan beberapa negara lain serta mempersiapkan diri untuk menghadapi AKM di tahun 2021 mendatang.

"Para pelajar juga akan memperoleh akses untuk tanya jawab atau konsultasi dengan para guru pembimbing dan ahli terkait jika menghadapi kesulitan dalam mengerjakan soal, PR maupun tes di sekolah masing-masing," kata Founder Amora Learning Center ini.*

Baca juga: Pengamat: wacana Sandiaga hapus UN, konsep kurang jelas

Baca juga: Sandi sebut akan hapus UN diganti penelusuran minat bakat

Baca juga: Jokowi akan hapus UN SD dan SMP

Pewarta : Aris Wasita
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar