Jembatan permanen pascabencana didambakan warga pedalaman Lebak-Banten

id lebak,banten,jembatan permanen,pascabencana,banjir longsor,warga pedalaman

Masyarakat pedalaman Kabupaten Lebak, Banten mendambakan jembatan semi permanen pasca-bencana banjir bandang dan longsor untuk memudahkan pemasaran hasil pertanian ke luar daerah. (FOTO ANTARA/Masnyur Suryana)

Lebak, Banten (ANTARA) - Masyarakat pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mendambakan jembatan semi permanen pasca-bencana banjir bandang dan longsor untuk memudahkan pemasaran hasil pertanian ke luar daerah,

"Kami berharap pembangunan jembatan semi permanen itu dapat direalisasikan oleh pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, donatur dan juga sukarelawan," kata Marjuk (55), warga Kampung Muhara,  Desa Ciladaeun Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Jumat.

Masyarakat sebelumnya telah dua kali membangun jembatan di Kampung Muhara dengan kondisi darurat menggunakan bambu.

Jembatan darurat itu dibangun secara gotong royong masyarakat dan relawan pasca-banjir bandang awal 2020.

Namun, kondisi jembatan darurat itu kembali roboh diterjang derasnya aliran Sungai Ciberang setelah hujan lebat.

Saat ini, kata dia, masyarakat di daerah itu terpaksa penyeberangan menggunakan rakit dan perahu karet.

Selama ini, jembatan yang berlokasi di Kampung Muhara itu menghubungkan antardesa sehingga menjadikan penyeberangan vital.

Sebab, warga di daerah itu tidak memiliki akses jalan, karena lokasinya perbukitan dan pegunungan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

"Kami berharap jembatan itu dibangun semi permanen dan bisa dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat," kata Marjuk.

Sukanta (50), warga Kecamatan Lebak Gedong lainnya mengatakan akibat terputusnya jembatan desa itu kini warga kesulitan untuk memasarkan hasil pertanian karena tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua.

Padahal, kata dia, jembatan itu sangat vital untuk menghubungkan ke luar daerah.

"Kami mendambakan jembatan itu dibangun kembali semi permanen, sehingga memiliki kekuatan dari terjangan banjir," katanya.

Sementara itu, Camat Lebak Gedong Wahyudin mengatakan bahwa jembatan di Kampung Muhara sudah dilakukan masyarakat secara gotong royong dengan melibatkan sukarelawan pasca-banjir bandang dan longsor.

Namun, kondisi jembatan itu dilanda hujan lebat sehingga kembali hanyut diterjang banjir.

"Kami sudah melaporkan jembatan itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk ditindaklanjuti pemerintah daerah," demikian Wahyudin.

Baca juga: Warga korban bencana di Lebak butuh jembatan gantung

Baca juga: Relawan dan TNI bangun jembatan gantung di Lebak

Baca juga: Korban banjir bandang Lebak gotong royong bangun jembatan darurat


Baca juga: Jembatan darurat kebutuhan mendesak di Kabupaten Lebak pascabanjir

Pewarta : Mansyur Suryana
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar