Jubir: Tidak disiplin pakai masker sebabkan kasus COVID-19 bertambah

id achmad yurianto,covid-19,masker

Juru bicara pemerintah pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto di sela-sela wawancara bersama ANTARA di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (17/6/2020). ANTARA/Virna P Setyorini/aa.

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan ketidakdisiplinan dalam memakai masker menyebabkan penambahan kasus COVID-19.

"Penambahan kasus di luar kluster ini disebabkan karena kurang disiplinnya menggunakan masker," kata Yurianto dalam konferensi video yang diadakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis.

Yurianto menuturkan penularan penyakit COVID-19 terjadi melalui droplet orang yang sakit.

Menurut dia, droplet tersebut berukuran kecil yakni mikro yang disebut dengan micro droplet yang memiliki waktu cukup lama untuk bisa hilang dari lingkungan.

Pada wilayah yang tertutup dengan ventilasi yang tidak terlalu baik, droplet berukuran mikro (micro droplet) akan melayang-layang dalam waktu yang relatif lama.

Baca juga: Juru Bicara: 1.262 kasus positif COVID-19 di Secapa AD Jawa Barat
Baca juga: Angka kesembuhan nasional COVID-19 46,06 persen


Oleh karena itu, Yurianto mengatakan masyarakat harus tetap menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Untuk yang bekerja pada ruang yang tetap seperti ruang kerja di kantor, pastikan bahwa sirkulasi udara atau ventilasi ruang kerja setiap hari berganti udaranya.

"Sebisa mungkin akses untuk mendapatkan udara segar dari luar bisa dilakukan," katanya.

Baca juga: Yurianto optimistis tingkat kematian COVID-19 di Indonesia akan turun
Baca juga: Yurianto ungkap tempat-tempat rawan penularan COVID-19


Menurut Yurianto, setiap pagi hari, semua jendela mobil dan jendela ruangan dibuka agar udara yang ada di dalam ruangan tergantikan dengan udara baru yang berasal dari luar. Setelah itu, jendela ditutup kembali.

"Agar tidak kita berada di dalam satu lingkungan udara yang tidak pernah tergantikan, terjebak dalam suatu ruang terbatas dengan AC yang tersirkulasi di dalamnya," ujar Yurianto.

Yurianto mengatakan mematuhi protokol kesehatan adalah cara satu-satunya jika ingin terbebas dari kemungkinan penularan COVID-19.

"Kita harus melakukan ini (protokol kesehatan) bersama-sama konsisten dan disiplin," tuturnya.

Baca juga: Mensos: Bansos jangan dibelikan untuk yang bukan kebutuhan pokok
Baca juga: Pemerintah luncurkan tes cepat COVID-19 buatan dalam negeri

 

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar