Kompetisi matematika SMC 4.0 diselenggarakan secara daring

id kompetisi matematika,SMC,belajar matematika menyenangkan

Siswa mengikuti uji coba Shinkenjuku Math Championship 4.0 (SMC 4.0) di Jakarta, Ahad (12/7). (ANTARA/HO- Dok pri)

Jakarta (ANTARA) - Kompetisi matematika Shinkenjuku Math Championship 4.0 (SMC 4.0) diselenggarakan secara daring dan puncak final diselenggarakan pada 15 Agustus 2020.

"Berbeda dengan pelaksanaan SMC sebelumnya yang dilakukan di outlet Shinkenjuku masing-masing tempat anak belajar, maka untuk SMC 4.0 dilaksanakan secar daring bersamaan dengan seluruh anggota Shinkenjuku di Tanah Air," ujar Ketua Panitia SMC 4.0, Kusumaninghayu Sihpudyastuty, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.

Meski diselenggarakan di tengah pandemi COVID-19, lanjut dia, kompetisi itu mendapat animo yang cukup tinggi dari siswa. Pelaksanaan uji coba pada tanggal 26-27 Juni 2020 dan uji coba kedua pada tanggal 3-4 Juli 2020, serta masih berkesempatan mengikuti uji coba ketiga pada tanggal 17-18 Juli 2020 sebagai persiapan dari rangkaian acara menuju puncak final SMC 4.0 Online yang akan digelar pada tanggal 15 Agustus 2020 mendatang.

Baca juga: Belajar matematika jangan hanya hafal materi

"Kegiatan ini bertabur banyak hadiah untuk para pemenang," kata dia.

Dia menjelaskan SMC 4.0 yang diselenggarakan secara daring itu, bertujuan agar semakin banyak siswa yang senang dan selalu bersemangat serta terbiasa mengikuti kompetisi matematika ataupun mata pelajaran lainnya.

"Harapannya meski dalam kondisi yang sulit sekalipun, dengan semangat belajar yang tinggi maka tujuan belajar dan menjadi anak yang berprestasi menjadi mudah untuk digapai," terang dia.

Baca juga: Kemendikbud akui kemampuan matematika siswa belum memuaskan

Dia menjelaskan SMC merupakan ajang kompetisi matematika yang rutin diadakan dua kali dalam setahun oleh Shinkenjuku. Kegiatan itu dipersiapkan sebagai salah satu sarana mengasah dan mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi anak-anak Shinkenjuku.

Direktur PT Benesse Indonesia yang menaungi Shinkenjuku, Tatsunosuke Suzuki, mengatakan tantangan terbesar adalah mengubah pandangan anak-anak di Indonesia bahwa matematika bukan lagi menjadi "momok yang menakutkan" karena sulit dipahami dan kompetisi matematika bukanlah suatu hal yang berat untuk diikuti.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya hadir dengan tujuan besar yakni membuat anak-anak di Indonesia mempunyai banyak kesempatan mengembangkan kemampuan berpikir agar dapat berperan aktif pada masa depan melalui belajar matematika dengan cara yang mudah dimengerti dan menyenangkan.***3***

Baca juga: Eduversal gelar kompetisi matematika daring tingkat internasional
Baca juga: Ahli matematika NASA Katherine Johnson wafat dalam usia 101 tahun
Baca juga: Praktisi : anak harus dikenalkan matematika dengan cara menyenangkan

Pewarta : Indriani
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar