Epidemiolog ingatkan warga untuk silaturahim lebaran secara virtual

id lonjakan kasus COVID-19,Hari Raya Idul Fitri,pandemi COVID-19,COVID-19,epidemiolog

Epidemiolog ingatkan warga untuk silaturahim lebaran secara virtual

Dokumen - Pelaksanaan rakor rencana pemberlakuan PPKM skala mikro menindaklanjuti terjadinya lonjakan kasus dalam sepekan terkhir di Bangka Barat. ANTARA/HO-Diskominfo Bangka Barat

Jakarta (ANTARA) - Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko Wahyono mengajak masyarakat untuk tetap bersilaturahim secara virtual di momentum lebaran atau Hari Raya Idul Fitri demi menghindari lonjakan kasus COVID-19.

"Kalaupun mau silaturahim lebaran sebaiknya virtual kalau tidak yakin dengan keluarga itu, kalau yakin bahwa keluarganya sudah dites antigen atau PCR silakan untuk bertemu, tapi kalau belum PCR, jangan lakukan," kata Yunis saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Penularan COVID-19 sangat berpotensi tinggi saat terjadi kontak secara langsung misal bertemu dalam silaturahim fisik tanpa tahu pasti apakah orang-orang yang dikunjungi atau ditemui benar-benar negatif COVID-19 sehingga akan sangat berisiko untuk terinfeksi virus tersebut.

Baca juga: Kasus terkonfirmasi COVID-19 bertambah 3.922 dan sembuh 4.360 orang

Justru dalam masa pandemi COVID-19, yang harus dilakukan adalah mengurangi mobilitas dan meminimalisir kontak karena berisiko tertular COVID-19.

Jika mobilitas penduduk tinggi, di situlah potensi penularan COVID-19 makin tinggi. Untuk itu, silaturahim diarahkan untuk dilakukan dalam jaringan.

Menurut Yunis, tingkat penularan masih tinggi di tengah masyarakat sekarang ini sehingga harus tetap waspada dan tetap disiplin melakukan protokol kesehatan.

Baca juga: Pakar optimis kasus COVID-19 Indonesia tidak sampai seperti India

"Dalam Ramadhan tahun ini kasusnya itu lebih banyak dari tahun lalu kalau tahun lalu kita dilarang mungkin diimbau untuk tidak shalat tarawih di masjid berarti sekarang lebih berisiko, kemudian untuk tidak shalat Id bersama apalagi sekarang lebih berisiko, kemudian untuk tidak mudik apalagi sekarang, tahun lalu saja dilarang," ujar Yunis.

Selain itu, Yunis mengatakan kerumunan juga harus dihindari dan tidak dibentuk karena risiko penularan COVID-19 yang tinggi ada di tengah kerumunan.

Baca juga: Puan: Jangan sampai usai Lebaran terjadi peningkatan kasus COVID-19

"Apapun kerumunannya sebaiknya tidak dilakukan," tuturnya.

Yunis berharap masyarakat dapat memahami kondisi saat ini di tengah pandemi dan dapat menahan diri untuk tidak mudik dan berkerumun atau kumpul-kumpul demi mencegah peningkatan kasus usai lebaran.

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar