Kemendikbudristek: Literasi digital guru meningkat saat pandemi

id PTM terbatas, pelaksanaan PTM terbatas,kompetensi guru,literasi digital guru meningkat

Kemendikbudristek: Literasi digital guru meningkat saat pandemi

Ilustrasi - Seorang siswi mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMAN 22 Bandung, Jawa Barat, Senin (7/6/2021). (ANTARA/HO-SMAN 22 Bandung)

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Prof Nunuk Suryani mengatakan literasi digital guru semakin meningkat saat pandemi COVID-19.

“Ada yang mengejutkan pada masa pandemi COVID-19 ini, yang mana literasi digital dan literasi teknologi guru meningkat pesat,” ujar Nunuk dalam taklimat media secara daring yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Peningkatan literasi digital guru tersebut tidak lepas dari upaya pemerintah dalam menyediakan layanan peningkatan kompetensi bagi guru, mulai laman pembelajaran bauran, laman pembelajaran PTM terbatas hingga contoh praktik baik pembelajaran pada masa pandemi COVID-19.

Kemendikbudristek juga menyelenggarakan webinar peningkatan kompetensi guru agar siap melakukan PTM terbatas.

Baca juga: Bappenas: Guru harus aktif tingkatkan budaya literasi di kelas maya

Baca juga: Vokasi UI beri pelatihan digital literasi keuangan untuk guru SMA

Riset yang dilakukan GTK Kemendikbudristek, lanjut Nunuk, menunjukkan bahwa guru siap melakukan PTM terbatas dengan catatan masih memerlukan perangkat dukungan dalam menyelenggarakan pembelajaran.

“Riset yang kami lakukan juga menunjukkan 90 persen orang tua siap melepas anaknya melakukan PTM terbatas walau khawatir, dan 97 persen orang tua sudah memberikan edukasi pada anaknya terkait pencegahan penyebaran COVID-19,” ujar dia.

Sebelumnya, pemerintah menerbitkan panduan penyelenggaraan pembelajaran untuk jenjang PAUD Dikdasmen pada masa pandemi COVID-19. Guru dan tenaga kependidikan yang perlu mengontekstualisasikan panduan sesuai kondisi daerah dan satuan pendidikan yang ada.

Panduan tersebut terdiri dari enam bagian yang disampaikan pada panduan yakni pendahuluan, ketentuan pokok penyelenggaraan pembelajaran, konsep-konsep implementasi pembelajaran PAUD Dikdasmen pada masa pandemi COVID-19, pengelolaan dan jadwal pembelajaran di satuan pendidikan, serta rencana pelaksanaan dan jadwal pembelajaran kelas/mata pelajaran.

Kemudian penjaminan mutu pembelajaran PAUD Dikdasmen pada masa pandemi COVID-19, pemantauan pembelajaran dan tindak lanjut pengembangan pembelajaran, serta lampiran.*

Baca juga: Guru : Pojok literasi mampu tingkatkan minat baca

Baca juga: Para guru SMAN 7 Pekanbaru dirikan mobil literasi


Pewarta : Indriani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar