PMI bersiap hadapi potensi bencana akibat perubahan iklim

id Jusuf kalla,PMI,Yogyakarta,Bencana

PMI bersiap hadapi potensi bencana akibat perubahan iklim

Ketua Umum PMI M. Jusuf Kalla memberikan sambutan dalam acara pelantikan Pengurus PMI DIY masa bakti 2021-2026 di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Jumat malam. ANTARA/HO-Pemda DIY.

Yogyakarta (ANTARA) - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) M. Jusuf Kalla meminta PMI bersiap menghadapi potensi bencana alam yang dipicu perubahan iklim meski di sisi lain tetap optimal membantu menangani pandemi COVID-19.

"Hari ini kita selalu mendengarkan bagaimana dahsyatnya COVID-19, tetapi menurut para ahli akan muncul bencana yang lebih besar lagi yaitu perubahan cuaca atau perubahan iklim," kata dia saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan Pengurus PMI DIY masa bakti 2021-2026 di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Jumat malam.

Dia mengatakan bencana akibat perubahan iklim, seperti banjir, telah melanda sejumlah negara di benua Eropa, Amerika Serikat, Asia, dan Afrika.

"Banjir, gempa bumi, dan bahaya-bahaya dari perubahan alam. Karena itulah di samping kita mengatasi masalah COVID-19 ini kita juga harus siap mengatasi bencana-bencana alam selanjutnya apabila ada," ujar dia.

Baca juga: Jusuf Kalla: PMI harus ada di garis terdepan dalam penanganan bencana

Menurut Kalla, PMI selalu berusaha bekerja dengan baik dan secepat-cepatnya membantu masyarakat sesuai prinsip kemanusiaan tanpa mempunyai batasan diskriminatif.

Selain memberikan pertolongan, kata dia, para relawan PMI juga perlu hadir untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat mengenai upaya memperbaiki lingkungan.

"Harus juga memberikan mitigasi kepada masyarakat serta memberikan penjelasan kepada masyarakat, memberikan bantuan informasi kepada masyarakat. Karena hanya dengan bantuan itu kita dapat mencegah bahaya yang lebih besar," kata dia.

Dengan kerja sama yang baik antara PMI Pusat dan PMI di tingkat daerah, ia berharap, dampak yang besar dari bencana-bencana yang mungkin terjadi itu bisa dihindari.

"PMI tidak ada artinya tanpa PMI di daerah sebagai ujung tombak mengatasi masalah di daerah," kata dia.

Baca juga: JK: Plasma konvalesen 90 persen efektif sembuhkan pasien COVID-19
Baca juga: Kalla: PMI hadir saat masyarakat ada kesulitan

Pewarta : Luqman Hakim
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar