Kulon Progo bangun perkantoran di bekas pasar hewan

id kulon progo

Obyek wisata kebun teh Nglinggo, Kulon Progo, DIY. (kulonprogo.go.id)

Kulon Progo (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan membangun Kantor Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, dan Bank Pasar di bekas lahan Pasar Hewan Legi Pengasih seluas 5.200 meter persegi.

"Bekas Pasar Hewan Legi Pengasih berdasarkan rencana tata ruang wilayah sebagai kawasan pendidikan dan perkantoran. Untuk itu, rencananya akan dibangun untuk kantor Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, dan Bank Pasar," kata Kepala Seksi Gedung dan Umum Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo Joko Satyo Agus Nahrowi di Kulon Progo, Rabu.

Ia mengatakan tanah bekas pasar hewan seluas 5.500 meter persegi tersebut merupakan tanah milik Pemkab Kulon Progo. Rencannya, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang menempati lahan 1.380 meter persegi dam Bank Pasar 2.162 meter persegi.

"Rencananya yang Bank Pasar sewa. Tapi mekanismenya masuk penyertaan modal (Pemkab) ke BUMD atau bagaimana, itu kebijakan bupati atau sekda," katanya.

Kepala DPUPKP Kulon Progo Sukoco mengatakan rencana pembangunan gedung Dinas Pertanahan dan Tara Ruang sudah disusun rencana detail teknis (DED) tahun ini. Kemudian pembangunan fisik akan dilakukan 2018 dengan anggaran Rp1,5 miliar yang semula diusulkan untuk membangun bangunan pelengkap di kantor lama.

Selanjutnya, kata Sukco, Bank Pasar direncanakan akan mulai menyusun DED awal 2018 dan diperkirakan Maret atau April sudah selesai kemudian dilanjutkan pembangunan fisik dengan anggaran sekitar Rp7 miliar. Sehingga dimungkinkan Januari 2019 Bank Pasar sudah pindah menempati lokasi baru di bekas pasar hewan tersebut.

"Setelah pemindahan pasar hewan, lokasi itu sudah dipasang pagar seng oleh Bank Pasar, sesuai hasil pertemuan dengan Sekda dan OPD terkait. Sehingga sudah tidak bias lagi dimanfaatkan pedagang, sosialisasi ke pedagang dan kios sudah dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Pangan," katanya.

Pewarta : Sutarmi
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar