Petugas tak bisa jangkau karhutla di Aceh

id asap aceh, karhutla aceh,Teuku Ahmad Dadek, kebakaran hutan aceh

Arsip: Sejumlah pengendara menembus kabut asap yang menutupi kawasan jalan Nasional Medan-Banda Aceh di Desa Suak Raya, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (16/6/2018). (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Banda Aceh (ANTARA News) - Sejumlah petugas terutama pemadam kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar mengaku, tidak bisa menjangkau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten itu.

"Titik api jauh, di perbukitan. Tidak bisa diakses kendaraan pemadam kebakaran," terang Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Minggu.

Ia menjelaskan pihaknya mendapat laporan sekitar pukul 14.30 WIB, bahwa di lokasi perbukitan dan pengunungan di Desa Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, terjadi asap mengepul tinggi ke udara.

Setelah mendapat laporan tersebut, lanjut dia, tim?Pusdalops BPBD Aceh Besar Pos Saree langsung menuju lokasi kejadian.

Tapi baru tiba di Desa Panca, Lembah Seulawah, tim menemukan tidak adanya akses, terutama bagi kendaraan pemadam kebakaran.

Petugas langsung berkoordinasi instansi terkait, seperti TNI/Polri akibat lokasi titik api yang jauh. Lokasi kebakaran kali ini cuma?bisa di tempuh dengan berjalan kaki dan memakan waktu sekitar enam sampai tujuh jam.

"Besok rencananya tim pemadam kebakaran ke lokasi. Penyebab kebakaran, sedang dalam penyelidikan pihak yang berwajib," tambahnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat menyebutkan, akhir pekan ini terdapat lima titik panas di wilayah Aceh.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Blang Bintang, Aceh, Zakaria Ahmad mengatakan kelima titik panas tersebut berada di empat kabupaten.

"Aceh Tengah dua titik, Aceh Utara, Bener Meriah, dan Gayo Lues masing-masing satu titik. Namun paling tinggi titik panas ini miliki tingkat kepercayaan 60 persen," terangnya.

Baca juga: 50 hektare lahan gunung di Aceh terbakar

Baca juga: BMKG sebut ada lima titik panas di Aceh

Pewarta : Muhammad Said
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar