Gubernur Lampung letakkan batu pertama pembangunan observatorium bintang

id observatorium bintang di lampung

Arsip Dua orang melintas didepang bangunan utama Observatorium Bosscha, Lembang, Bandung, Jawa Barat, Selasa (2/11). Pemerintah Indonesia pada bulan November 2008 telah menetapkan bahwa Bangunan yang dibangun pada tahun 1923 oleh Karl Rudolf Bosscha sebagai bangunan cagar budaya. (ANTARA FOTO/Rezza Estily)

Bandarlampung (ANTARA News) - Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo meresmikan pembangunan observatorium bintang dengan melakukan "ground breaking" di kawasan Tahura Wan Abdul Rachman, Lampung, Sabtu.

Peletakkan batu pertama pembangunan observatorium itu dilaksanakan Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan Taufik Hidayat mewakili Gubernur Lampung M Ridho Ficardo.

Taufik didampingi Osamu Hashimoto dari Gunma Astronomical Observatory Jepang dan para delegasi dari negara-negara anggota ASEAN.

Sejumlah pejabat hadir, di antaranya adalah Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Rektor Unila Hasriadi Mat Akin, Rektor UBL M. Yusuf Sulfarano Barusman, dan Kabinda Lampung Brigjen Daru Cahyono.

"Ground breaking" itu bertepatan dengan dijadikannya Provinsi Lampung sebagai tuan rumah dalam event "The 10th South East Asia Astronomy Network (SEAAN) 2018".

"Saya sangat bersyukur atas dukungan dari banyak pihak yang dapat mewujudkan impian ini. Observatorium ini adalah yang pertama di Lampung dan ditargetkan menjadi observatorium yang terbaik di Asia," kata Taufik saat membacakan sambutan Gubernur.

Lahan pembangunan observatorium itu berada pada 1.300 meter di atas permukaan laut (MDPL)

"Kami telah menyediakan area ini sekitar 50 hektare serta dukungan finansial untuk membantu membangunnya," katanya.

Taufik menuturkan bahwa Astronomical Observatory (LAO) - Earth and Space Science Education Center memiliki misi untuk menyebarkan pengetahuan dan kesadaran tentang astronomi ke publik dan sekolah-sekolah untuk menumbuhkan gairah, khususnya bagi generasi muda pada astronomi, astrofisika, dan pendidikan sains.

"Sebagai observatorium yang baru lahir, kami masih memerlukan banyak dukungan dari semua pihak seperti para ahli, peneliti, praktisi, dan komunitas yang berpengalaman di bidang Astronomi," ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap bahwa semua delegasi yang hadir pada "ground breaking" tersebut, untuk dapat mendukung pengembangan observatorium tersebut.

"Terutama anggota astronomi di ASEAN, baik di bagian pendidikan maupun bagian teknologi," katanya.

Sementara itu, Rektor ITERA, Ofyar Z. Tamin mengatakan bahwa Lampung yang memiliki LAO merupakan mimpi yang menjadi kenyataan.

Untuk itu, dirinya mengapresiasi Gubernur Lampung M Ridho Ficardo yang sudah sepenuhnya mendukung sehingga terwujudlah LAO tersebut.

"Terima kasih kepada Gubernur yang sudah sepenuhnya mewujudkan mimpi bahwa Lampung mampu memiliki observatorium," ujarnya.

Pada acara tersebut diadakan penandatanganan MoU mengenai pembangunan LAO antara ITERA, National Astronomical Research Institute of Thailand (NARIT) dan Universitas Mandalay, Myanmar.

Usai melakukan Ground Breaking, Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Taufik Hidayat bersama para delegasi atau negara anggota astronom dari negara-negara anggota ASEAN melakukan peninjauan ke lokasi, demikian keterangan Humas Pemprov Lampung.

Pewarta : Hisar Sitanggang
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar