Kesetrum saat banjir, empat warga Probolinggo-Jatim meninggal

id empat warga Probolinggo meninggal kesetrum,saat banjir

Kesetrum saat banjir, empat warga Probolinggo-Jatim meninggal

Dua anggota Polisi memeriksa korban sengatan listrik disalah satu bangunan ruko lantai dua di Perempatan Tanah Haji, Mataram, NTB, Senin (31/10). Korban yang diketahui bernama Andi (20) tewas tersengat aliran listrik bertegangngan 20 KV saat melakukan pengecatan besi rangka reklame yang ada diatap ruko. (FOTO ANTARA/Ahmad Subaidi)

Probolinggo, Jatim (ANTARA News) - Empat orang meninggal dunia karena kesetrum saat terjadi banjir genangan setinggi 30 cm di Jalan Sunan Kalijaga RT2/RW1, Kelurahan Jati, Kota Probolinggo, Jawa Timur, pada Jumat (18/1) malam.

"Kami mendapatkan informasi terjadi kesetrum massal yang diakibatkan korsleting listrik saat lampu penerangan jalan di Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan hingga menyebabkan empat orang meninggal dunia," kata Lurah Jati, Endah Dwi Kumalasari di Kota Probolinggo, Sabtu.

Empat korban yang meninggal dunia tersebut yakni Sri Wahyuni alias Bu Sumi (42), pasangan suami istri (pasutri) Joko Sandy (33) dan Elistya Hutahuruk (33), serta Totok (55). Semuanya tinggal di Jalan Sunan Kalijaga RT 2, RW 1, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Sedangkan korban selamat yakni anak pasangan suami istri Joko Sandy dan Elistya Hutahuruk bernama Zaki (3) dan Musdalifah (50).

"Korban Totok dan Sri Wahyuni merupakan warga Kelurahan Jati, sedangkan pasutri Joko Sandy dan Elistya Hutahuruk adalah warga Kelurahan Kanigaran yang menyewa rumah di Jalan Sunan Kalijaga, Kelurahan Jati," ujar Endah.

Ia menjelaskan kejadian bermula ketika Sri Wahyuni memegang tiang rumahnya yang terbuat dari besi, kemudian terjatuh dan spontan berteriak dan datang Joko Sandy untuk menolong dengan memegang besi untuk membantu korban.

Namun, Joko juga terjatuh dan datang  istrinya Elistya Hutahuruk dengan maksud ingin menolong yang tanpa sengaja memegang tiang tersebut.

Tidak selang beberapa lama, Totok juga bermaksud ingin menolong dan memegang tiang tersebut, kemudian terjatuh disertai dengan matinya lampu di sekitar wilayah tersebut karena lokasi kejadian tergenang air setinggi 30 cm pada Jumat (18/1) malam.

Warga yang melihat kejadian tersebut tidak berani menolong keempat korban yang terjatuh karena di sekitar tempat kejadian teraliri oleh listrik dan warga baru menolong empat korban setelah memastikan tidak ada aliran listrik di sekitar lokasi karena aliran listrik padam, sehingga Jalan Sunan Kalijaga gelap gulita.

"Keempat korban diduga sudah meninggal di lokasi kejadian dan selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Moh Saleh Kota Probolinggo, kemudian pihak PLN datang ke lokasi untuk menetralisir dan mematikan seluruh aliran listrik di lokasi kejadian, agar tidak terjadi hal serupa," kata Endah.

Jenazah keempat korban masing-masing dibawa ke rumah duka, yakni korban Sri Wahyuni dan Totok dibawa ke Gang Merpati, RT 01, RW 02, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan.

Kemudian jenazah pasutri Elistya Hutahuruk dan Joko Sandy dibawa ke Jalan Cokroaminoto, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

"Informasi yang kami dapatkan jenazah Sri Wahyuni rencananya akan dibawa keluarganya ke Desa Lumbang, Kabupaten Probolinggo dan i keempat korban sudah dimakamkan pada Sabtu(19/1)," ujar Endah.

Sedangkan, Kapolres Kota Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal kepada semjumlah wartawan mengatakan kejadian tersebut disebabkan karena adanya konektor listrik yang tersangkut di plafon rumah yang terbuat dari seng dan langsung mengalirkan listrik ke tiang penyangga rumah yang terbuat dari pipa besi.

Ia menambahkan bahwa konektor listrik itu terpasang tanpa sepengetahuan PLN.

Baca juga: Dua korban meninggal akibat banjir bandang Probolinggo

Baca juga: Empat warga Probolinggo tenggelam lakukan ritual di pantai Paseban

Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar