Bus relawan capres Jokowi berangkat dari Aceh

id bus relawan jokowi, relawasan pengusaha muda nasional, pilpres 2019

Sejumlah Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) untuk pasangan capres Joko Widodo-Maruf Amin mengancungkan jari saat pelepasan Bus Repanas Jelajah Nusantara di Banda Aceh, Minggu (20/1/2019). Pelepasan Bus Repnas Jelajah Nusantara Jokowi-Maruf yang dimulai di Aceh itu akan menempuh perjalanan selama 17 minggu ke 15 kota di Indonesia yang telah berhasil merampungkan proyek strategis nasional (PSN) selama empat tahun terakhir. ANTARA FOTO/Ampelsa/pd. (ANTARA FOTO/AMPELSA)

Banda Aceh (ANTARA News) - Bus nusantara relawan pasangan calon presiden (capres) Joko Widodo dan calon wakil presiden (cawapres) KH Ma`ruf Amin berangkat dari Aceh.

Bus relawan pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 tersebut diberangkatkan dari kawasan Simpang Limong, Banda Aceh, Minggu.

Bus tersebut diberangkatkan Relawan Pengusaha Muda Nasional Aceh untuk Jokowi-Ma`ruf. Pemberangkatan bus sempat molor beberapa jam.

Pemberangkatan diwarnai dengan prosesi adat Aceh.

Ketua relawan ditepungtawari atau "peusijeuk". Pemberangkatan bus dihadiri relawan Jokowi-Ma`ruf di Provinsi Aceh.

Ketua Relawan Pengusaha Muda Nasional Aceh untuk Jokowi-Ma`ruf Eka Sastra mengatakan, bus tersebut akan melintasi ratusan kota di 16 provinsi di Indonesia.

"Kami memilih memberangkatkan bus relawan jelajah nasional ini dari Aceh, karena Aceh modal bagi Indonesia. Indonesia tidak ada apa-apanya kalau tidak ada Aceh," kata dia.

Eka Sastra menyebutkan, biaya pemberangkatan bus jelajah nusantara tersebut merupakan swadaya dan patungan dari pengusaha muda yang tergabung dalam Relawan Pengusaha Muda Nasional untuk Jokowi-Ma`ruf.

"Tujuan bus relawan jelajah nusantara tersebut, untuk mensosialisasikan keberhasilan Joko Widodo memimpin Indonesia. Kami siap memenangkan Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinan," kata Eka Sastra.

Baca juga: Ma'ruf Amin hadiri deklarasi dukungan relawan

Baca juga: Relawan pastikan ulama kampung dukung Jokowi-Ma'ruf

Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar