DLH Yogyakarta lanjutkan program sumur resapan di sekolah

id sumur resapan,sumur peresapan air hujan,dlh yogyakarta

Ilustrasi sumur resapan yang belum diberi tutup pengaman.

Yogyakarta (ANTARA News) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta akan melanjutkan pengerjaan pembangunan sumur peresapan air hujan di sekolah yang sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu sehingga seluruh sekolah di kota itu memiliki fasilitas tersebut.

Tahun ini kami alokasikan sekitar 50 unit sumur peresapan air hujan (SPAH) untuk sekolah. Kami akan mulai pada semester dua tahun ini, kata Kepala Seksi Pengelolaan Pemantuan Lingkungan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Peter Lawoasal di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, pembangunan sumur peresapan air hujan (SPAH) tersebut tidak hanya akan dilakukan di lingkungan SD atau SMP, tetapi juga akan dilakukan di SMA/SMK dan sederajat hingga ke perguruan tinggi di Kota Yogyakarta.

Pembangunan SPAH dilakukan sesuai dengan permintaan institusi pendidikan yang telah diajukan ke DLH Kota Yogyakarta.

Jumlah SPAH yang akan dibangun di tiap sekolah berbeda-beda, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan luas sekolah. Biasa dua unit atau lima unit, tetapi ada juga yang bisa mencapai 10 unit,? katanya. ?SPAH yang akan dibangun di lingkungan sekolah tersebut memiliki spesifikasi standar, yaitu dengan kedalaman sekitar 2,5 meter dan diameter 80 centimeter. Dana yang dibutuhkan untuk membangun satu unit SPAH berkisar Rp3,5 juta.

Biasanya, institusi pendidikan mengajukan bantuan pembangunan SPAH karena lingkungan sekolahnya kerap banjir atau tergenang saat hujan lebat. Harapannya, keberadaan SPAH tersebut akan mengurangi genangan dan siswa bisa belajar lebih nyaman, katanya.

Peter menambahkan, pada awalnya banyak institusi pendidikan yang belum memiliki SPAH. Namun, dengan program dari DLH Kota Yogyakarta, maka saat ini sekitar 70 persen sekolah sudah dilengkapi dengan SPAH.

Setelah dilengkapi dengan SPAH, maka kami harapkan pihak sekolah bisa memeliharanya sehingga pemanfaatan dari fasilitas yang sudah terbangun tersebut bisa maksimal. Sekolah bisa melakukan pembersihan secara rutin karena biasanya ada endapan pasir, katanya.

Sedangkan untuk pembangunan SPAH di wilayah, lanjut Peter, sudah menjadi tanggung jawab setiap kecamatan. Biasanya sudah ada anggaran pembangunan SPAH yang dibuat di jalan-jalan lingkungan atau gang, katanya.

Baca juga: Walhi: sumur resapan atasi pencemaran air di DIY
Baca juga: Pemprov DKI akan memprogramkan sumur resapan sekolah
Baca juga: 800 sumur resapan dibangun di lereng Gunung Sumbing

Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar