Ma'ruf Amin akan jelaskan Kartu Pra-Kerja dalam debat ketiga Pilpres

id Maruf Amin,Debat ketiga pilpres, kartu pra-kerja,pilpres 2019

Cawapres RI Ma'ruf Amin saat diwawancarai awak media disela kegiatannya di Cilegon, Kamis. (Rangga Jingga)

Cilegon (ANTARA) - Cawapres RI Ma'ruf Amin akan menjelaskan kembali program Kartu Pra-Kerja yang akan diluncurkan Jokowi dan dirinya, bilamana terpilih dalam Pilpres 2019, melalui debat ketiga Pilpres.

"Kartu itu sudah jadi rencana dan kebijakan. Kartu Pra-kerja itu kan untuk meningkatkan SDM dan sudah dilontarkan oleh pak Jokowi ya tentu akan saya bawa juga (jelaskan dalam debat)," kata Ma'ruf Amin di sela kegiatannya ke Cilegon, Banten, Kamis.

Ma'ruf mengungkapkan dirinya tentu akan menyampaikan seluruh program unggulan yang ditawarkan Jokowi dan dirinya, yang sesuai tema debat ketiga.

"Ya pasti program unggulan, dari pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Pra-Kerja, itu saja sudah merupakan keunggulan sendiri, tinggal volumenya ditingkatkan dan sistem diperbaik lagi sehingga semua masyarakat memeroleh manfaatnya, ujar dia.

Dia mengatakan tidak memiliki persiapan khusus menjalani debat ketiga nanti. Ma'ruf hanya berupaya membaca buku serta kitab dan berdiskusi dengan berbagai pihak guna memperkaya gagasan.

Ketika ditanya apakah sosok lawan debatnya Cawapres RI Sandiaga Uno merupakan sosok yang tangguh, Ma'ruf mengatakan, "Biasa saja, kan bukan kenal baru, sudah lama. Jadi biasa kalau kita bertemu."

Debat ketiga Pilpres akan berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Maret 2019, dengan tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

Debat ketiga akan mempertemukan dua kandidat cawapres yakni nomor urut 01 Ma'ruf Amin, nomor urut 02 Sandiaga Uno.

Moderator dalam debat ketiga adalah Alfito Deannova dan Putri Ayuningtyas.

Baca juga: Ma'ruf Amin siap jalani debat ketiga Pilpres

Baca juga: Jelang debat, Ma'ruf terima golok harimau dari masyarakat Cilegon

Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar