Wali Kota minta pengamanan pemilu diperketat

id wali kota kediri ,abdullah abu bakar kediri ,kota kediri ,pemkot kediri ,mas abu kediri ,pemilu 2019

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar setelah apel gelar pasukan di Kediri, Jawa Timur, Jumat (22/3). Antara Jatim/ Asmaul Chusna

Kediri (ANTARA) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar meminta pengamanan untuk Pemilu 2019 diperketat guna mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan misalnya menyebarnya hoaks.

"Rangkaian ini sangat panjang ketika pemilu legislatif, pemilu presiden, bahkan simulasi hingga subuh. Kami kumpulkan semua, lakukan apel kesiapsiagaan TNI, Polri," katanya usai apel gelar pasukan di Kediri, Jumat.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut sangat penting dilakukan. Dengan mengumpulkan semua aparat terkait untuk pengamanan bisa mengetahui hal apa saja yang harus diperhatikan dan dibahas secara matang. Terlebih lagi, saat ini marak bertebaran berita hoaks terutama di media sosial.

Wali Kota juga menegaskan, di Kota Kediri selama ini relatif aman. Namun, ia tetap meminta agar semua pihak ikut membantu mengawasi pelaksanaan pemilu agar berjalan dengan lancar dan tertib.

"Jadi, alhamdulillah bisa kompak. Semua kami undang, termasuk penyelenggara, Bawaslu, KPU. Insya Allah data yang dilaporkan ke saya semua aman, tidak ada hal yang sangat mengganggu. Perlu waspadai karena ini tinggal 26 hari, jadi harus semaksimal mungkin persiapannya," kata dia.

Ia juga memastikan untuk pengamanan saat hari pelaksanaan coblosan, mulai dari pengamanan ketika surat suara transit, lalu dibawa ke kecamatan. Semua komponen diharapkan ada di lokasi guna memastikan pemilu berjalan dengan tertib dan lancar.

Sementara itu, Kepala Polresta Kediri AKBP Anthon Haryadi mengatakan, pihaknya akan menerjunkan 2/3 kekuatan atau sekitar 600 personel untuk pengamanan pemilu tersebut. Selain itu, juga terdapat pasukan yang selalu siap, "power on hand", satu kompi Dalmas, satu kompi Brimob.

"Pasukan siap, nanti akan patroli besar guna memastikan kondusif. Untuk anggota di TPS juga dibantu personel dari TNI dengan kekuatan 300 personel," kata dia.

Kapolresta menambahkan, setiap anggota polisi nantinya akan mengawasi 3-4 TPS. Secara total, jumlah TPS yang diamankan oleh Polresta Kediri dengan wilayah hukum kabupaten dan Kota Kediri terdapat 2.032 TPS.

"Semua TPS kategorinya rawan biasa, artinya tetap kami tingkatkan kewaspadaan. Selain personel kami juga menugaskan PAM ke TPS, juga untuk 'power on hand' untuk patroli skala prioritas," kata dia.

Dalam pengamanan tersebut, selain dibantu dari TNI/polri, juga ada dari organisasi masyarakat, dan satuan pengamanan lainnya. Polisi juga menyiagakan kendaraan termasuk water canon mengantisipasi hal yang tidak diinginkan misalnya unjuk rasa.

Turut hadir dalam acara tersebut Forkopimda Kota Kediri, Danbrigif Mekanis 16 WY, Danyonif Mekanis 521 DY, 877 pasukan gabungan dari Denpom Kodim 0809 Kediri, Brigif Mekanis 16 WY, Yonif Mekanis 521 DY, Satpol PP Kota Kediri, Dishub Kota Kediri, pramuka, hansip, menwa, satpam dan 157 undangan dari parpol dan pelaksana pemilu.
 

Pewarta : Asmaul Chusna
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar