PLN Area Palu Relokasi Mesin Pembangkit untuk Pemilu 2019

id PLN,relokasi, pemilu

Manager PLN Palu, Abbas Saleh (Foto: ANTARA/Anas Masa)

Palu (ANTARA) - Managemen PT PLN Area Palu, Sulawesi Tengah dalam rangka menjaga pasokan listrik menghadapi Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019 yang akan berlangsung serentak pada 17 Apirl 2019 harus merelokasi mesin pembangkit listrik dari Masamba, Sulawesi Selatan.

"Kami harus lakukan ini untuk menjamin ketersediaan daya guna mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi pada saat Pemilu 2019 berlangsung," kata Manager PLN setempat, Abbas Saleh, di Palu, Jumat.

Ia mengatakan satu unit mesin genset yang akan didatangkan dari Masamba itu berkekuatan 15 megawatt.

Genset tersebut saat ini masih sedang perjalanan menuju Palu, ibu kota Provinsi Sulteng. Dengan adanya mesin pembangkit yang direlokasi itu, dipastikan bisa mengatasi jika terjadi gangguan saat pemilu. "Kita sekarang ini masih ada cadangan genset 10 megawatt," katanya lagi.

Berarti total cadangan genset jika ditambah dengan satu unit genset yang direlokasi menjadi 25 megawatt. "Itu sudah cukup aman," ujar dia lagi.

Abbas menambahkan saat ini PLN Palu hanya mendapat pasokan daya dari PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) milik PT Poso Energy yang berlokasi di Poso, sekitar 280 km dari Kota Palu, juga sebagian daya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, industri dan perkantoran disuplai dari PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN yang ada di PLTD Silae Palu.

Tapi, sebagian besar pasokan listrik berasal dari PLTA Poso. "Kalau sampai terjadi gangguan di PLTA Poso, maka dapat dipastikan pemadaman besar di Palu dan daerah sekitarnya," ujar dia.

Namun, kata Abbas, untuk kebutuhan pemilu, pihaknya sudah mengantisipasi dengan menyiapkan sejumlah genset, termasuk genset mobile.

Genset disiapkan untuk back up kantor KPU yang ada di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Sulteng.

Kapasitas terpasang daya listrik untuk sistem kelistrikan Palu, Donggala, Parigi, dan Sigi (Palapas) 148 megawatt dan beban puncak tertinggi 131 megawatt. Berarti masih ada surplus daya sekitar 17-18 megawatt.

Pewarta : Anas Masa
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar