Kami menyiagakan dua alat thermal scanner setiap ada jadwal kedatangan penumpang pesawat dari Singapura
Palembang (ANTARA) - Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Palembang, Sumatera Selatan melakukan pemeriksaan terhadap awak kapal terutama dari Singapura ketika melakukan bongkar muat di Pelabuhaan Boom Baru.

Pemeriksaan kesehatan awak kapal tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus penyakit cacar monyet atau 'monkeypox' melalui awak kapal, kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Palembang, Marjunet di Palembang, Jumat.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan awak kapal, untuk mewaspadai masuknya penyakit cacar monyet ke kota ini, pihaknya juga berupaya melakukan pengawasan ketat lalu lintas orang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Petugas melakukan pengawasan ketat setiap penumpang pesawat yang datang dari luar negeri terutama dari Singapura yang banyak ditemukan kasus penyakit cacar monyet.

Untuk melakukan pengawasan penumpang pesawat, di pintu kedatangan internasional Bandara SMB II ditempatkan petugas dan alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner).

Kedatangan penumpang pesawat udara dari Singapura setiap hari sekitar 100 orang, mereka yang masuk ke kota ini perlu dipastikan tidak membawa virus penyakit cacar monyet.

"Kami menyiagakan sejumlah petugas kesehatan pelabuhan dan dua alat thermal scanner setiap ada jadwal kedatangan penumpang pesawat dari Singapura," ujarnya.

Jika dalam kegiatan pengawasan tersebut ditemukan penumpang pesawat dan awak kapal terindikasi menderita penyakit cacar monyet, pihaknya akan melakukan tindakan isolasi agar tidak terjadi penyebaran wabah penyakit tersebut.

Melalui upaya pencegahan tersebut diharapkan penyakit cacar monyet yang kasusnya banyak ditemukan di negara tetanga itu tidak menimbulkan masalah kesehatan bagi warga di Ibukota Provinsi Sumsel ini, katanya.


Baca juga: Bandara Minangkabau dilengkapi alat pendeteksi suhu tubuh
Baca juga: Dinkes Kepri belum temukan orang menderita cacar monyet

Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Dewanti Lestari
Copyright © ANTARA 2019