Batam bantah rumor warganya ada yang idap cacar monyet

id cacar monyet,kadinkes batam,didi kusmarjadi,monkeypox

Alat pemindai panas tubuh untuk memantau penumpang dari Singapura dan Malaysia yang berpotensi terjangkit virus cacar monyet (monkeypox).(ANTARA FOTO/FB Anggoro/hp.

Batam (ANTARA) (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, Didi Kusmarjadi, memastikan hingga kini tidak ada warga kota setempat yang mengidap cacar monyet (monkeypox).

"Tidak ada yang mengidap cacar monyet," kata Didi di Batam, Sabtu.

Ia membantah rumor yang menyebutkan bahwa virus yang berasal dari hewan itu sudah mewabah di Kota Batam.

Namun memang, kata dia, pemerintah melakukan berbagai langkah sebagai upaya antisipatif agar virus tidak sampai masuk dan menyebar di Batam.

Langkah-langkah yang dilakukan antara lain memindai suhu tubuh semua orang yang baru masuk Batam melalui pelabuhan dan bandara internasional, dan memastikan semuanya dalam kondisi sehat.

Langkah lainnya, menyiapkan ruang khusus, untuk mengisolasi bila menemukan orang yang terduga membawa virus cacar monyet.

Kadinkes mengingatkan agar warga menjaga hewan peliharaannya, termasuk monyet agar tidak terkena virus cacar.

Penularan cacar monyet, melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lesi kulit atau mukosa pada hewan yang terinfeksi.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Kepri mengeluarkan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat terkait penyakit cacar monyet.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga membagikan informasi mengenai cacar monyet agar masyarakat bisa mengantisipasi dan tidak resah.

"Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Wabah cacar monyet sejauh ini masih dapat dikendalikan," kata Kabid Humas yang dibagikan melalui pesan aplikasi kepada masyarakat.

Baca juga: Kemenkes tegaskan monkeypox tidak ada di Indonesia
Baca juga: Petugas pelabuhan periksa awak kapal Singapura waspadai cacar monyet

Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar