ACT-MRI NTB santuni korban tabrak lari

id ACT

Tim ACT-MRI NTB, menjenguk Nurhaida yang masih dirawat di RSUP NTB, di Mataram, Jumat (12/7). (ANTARA/Awaludin)

Mataram (ANTARA) - Organisasi Aksi Cepat Tanggap dan Masyarakat Relawan Indonesia (ACT-MRI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendatangi Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, untuk menjenguk salah satu korban tabrak lari atas nama Nurhaida (36), sekaligus memberikan santunan.

"Kami mendatangi keluarga pasien di RSUP NTB untuk melihat kondisi pasien," kata anggota tim ACT-MRI, Asri di Mataram, Jumat.

Ia menambahkan kondisi Nurhaida, sudah mulai membaik walaupun masih harus istrahat di tempat tidur, namun sudah dibolehkan untuk dibawa pulang oleh pihak keluarga.

Namun karena kendala pelunasan biaya operasi, Nurhaida belum bisa diperkenankan pulang.

"Semoga bantuan yang kami berikan bisa meringankan beban biaya perawatan Nurhaida," ujarnya.

Informasi yang diperoleh ACT-MRI NTB, Nurhaida ditabrak oleh pengendara tak dikenal di Desa Mendeli, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, pada 29 Juni 2019.

Tabrakan tersebut mengakibatkan bagian kepala Nurhadia mengalami luka parah, yakni terjadi penggumpalan darah di bagian kepala akibat benturan hebat.

Hal tersebut mengharuskan Nurhadia harus segera dioperasi. Setelah di operasi satu minggu yang lalu, pasien sudah dibolehkan untuk pulang.

Namun, kepulangan pasien tidak dapat dilakukan karena terkendala biaya operasi yang belum dilunasi.

Setelah berdialog dengan keluarga, tim ACT-MRI NTB memberikan santunan kepada keluarga pasien yang diharapkan dapat sedikit membantu pelunasan biaya operasI Nurhadia.

"Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada ACT yang sudah membantu meringankan biaya perawatan saya selama di rumah sakit," kata Nurhaida, yang hanya seorang ibu rumah tangga.

Baca juga: Pasok hewan kurban untuk masyarakat, Global ACT berdayakan peternak

Baca juga: Global Qurban ACT ajak warga Muslim meluaskan kebaikan berkurban

Baca juga: ACT penuhi kebutuhan air korban bencana gempa di pengungsian

Pewarta : Awaludin
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar