Tim pemadam api Gunung Arjuno ditarik karena akan kerahkan helikopter

id Pemadaman Gunung Arjuno,Gunung Arjuno Terbakar,Water Bombing,Water Bombing Arjuno,Tahura Raden Soerjo,Ahmad Wahyudi,BPBD Kota Batu,Achmad Choirur Roch

Ilustrasi pengeboman air memakai helikopter. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Kota Batu, Jawa Timur (ANTARA) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo menyatakan bahwa seluruh Tim Pemadam Kebakaran Gunung Arjuno jalur darat telah ditarik karena pada Sabtu (3/8) akan dilakukan pemadaman dari udara menggunakan helikopter.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Ahmad Wahyudi mengatakan bahwa penarikan seluruh personel tersebut harus dilakukan karena pada saat operasi pemadaman dari udara (water bombing), area yang menjadi titik penyiraman harus steril segala aktivitas.

"Saat ini sudah clear, tim sudah ditarik. Terakhir turun pukul 14.00 WIB," kata Wahyudi, di Kota Batu, Jawa Timur, Jumat.

Wahyudi menjelaskan, dua personel terakhir dari Tim Pemadam Api Gunung Arjuno dilaporkan telah berada di posko yang ada. Dua personel terakhir tersebut, merupakan tim pemantau titik-titik api Gunung Arjuno, yang hingga saat ini belum padam.

Kebakaran di Lereng Gunung Arjuno tersebut bermula pada Minggu (28/7). Saat awal kebakaran tersebut, berhasil dengan cepat ditangani oleh tim pemadam, dan pada Senin (29/7) telah berhasil dipadamkan.

Namun, akibat hembusan angin yang cukup kencang membuat bara api sisa kebakaran, kembali memunculkan api. Kondisi yang sulit dengan kemiringan hingga lebih dari 60 derajat, menyebabkan kebakaran kali kedua tersebut lebih sulit untuk dipadamkan.

Wahyudi menambahkan, dalam upaya memadamkan api tersebut, kurang lebih ada 70 personel gabungan yang telah diterjunkan. Namun, pemadaman dengan menggunakan peralatan manual belum bisa memadamkan api sepenuhnya.

Upaya yang dilakukan diantaranya adalah menggunakan sekat bakar, dan dengan memukul-mukul api supaya padam. Saat ini, masih banyak tersimpan bara api pada pohon dan akar masih menjadi potensi bahaya yang bisa memunculkan api.

"Selama operasi pemadaman, ada kurang lebih 70 personel yang diterjunkan," ujar Wahyudi.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kota Batu Achmad Choirur Rochim mengatakan, untuk area yang akan menjadi target operasi water bombing harus steril.

"Area lokasi yang menjadi target operasi pemadaman udara harus steril dari petugas pemadaman darat, pendaki, dan masyarakat," kata Rochim.

BPBD Kota Batu menyebutkan, hingga Jumat (2/8) masih ada tujuh titik bara api masih memiliki potensi bahaya di Gunung Arjuno. Secara keseluruhan, luas areal hutan yang terbakar mencapai 300 hektare.

Dalam upaya pemadaman api di Gunung Arjuno, Tim Gabungan Pemadam terkendala medan yang cenderung curam dan mempersulit petugas untuk mencapai titik kebakaran. Medan cukup sulit dengan tingkat kemiringan lebih dari 60 derajat.

Jauhnya lokasi titik api yang berada pada ketinggian 2.730 mdpl, mengharuskan Tim Pemadam berjalan kaki selama kurang lebih lima jam.


Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar