Pemkot Kediri dorong usaha jamu rumahan berkembang

id kota kediri ,pemkot kediri ,kampung jamu kediri ,umkm kediri

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat berkunjung ke kampung jamu di Kelurahan Kampungdalem, Kota Kediri, Jawa Timur. Foto Antara Jatim/ istimewa

Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mendorong usaha jamu rumahan di Kelurahan Kampungdalem, Kota Kediri, Jawa Timur, terus dikembangkan, sehingga bisa membantu perekonomian keluarga.

"Kebetulan disini banyak sekali aktivitas para pedagang yang dari dulu adalah pusat kuliner dan perdagangan. Ada jamu, tumpang, sate dan macem-macem," kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kediri, Senin.

Ia bangga dengan usaha jamu yang dikelola warga tersebut. Terbukti, usaha itu ternyata juga membantu perekonomain keluarga. Bahkan, karena banyaknya warga yang punya usaha rumahan jamu, daerah ini disebut "kampung jamu".

Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota menjelaskan kampung jamu yang ada di Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Kota, Kediri ini sekaligus juga mendukung program Pemerintah Kota Kediri yakni kampung kreatif dan independen (Keren). Dimana program ini bertujuan agar kampung-kampung yang ada di Kota Kediri berdaya dan berdaya saing.

"Kelurahan Kampungdalem ini merupakan salah satu kelurahan yang keren, karena bisa mengkolaborasikan prodamas dan kampung keren yang menjadi program unggulan di tahun 2020 dan selanjutnya," kata dia.

Wali Kota juga ingin menekankan Kelurahan Kampungdalem agar bisa memaksimalkan prodamas plus (program pemberdayaan masyarakat plus) yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Kediri. Rencananya di prodamas plus, per RT akan mendapatkan anggaran Rp100 juta per tahun, naik ketimbang sebelumnya Rp50 juta per tahun. Diharapkan prodamas plus bisa memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat dan kemajuan Kota Kediri.

"Saya lihat sudah tidak seperti dulu yang agak tidak teratur. Ke depan ada prodamas plus yang bisa dikerjakan bersama-sama, jadi semua bisa tercapai. Ibaratnya sekali dayung tiga pulau terlampaui, yakni masyarakatnya sejahtera dan juga disini bisa jadi destinasi wisata," kata dia berharap.

Sementara itu, Lurah Kampungdalem, Kota Kediri Rohmat Setyo Rianto menjelaskan memang di kelurahannya usaha jamu banyak di RW 02. Lingkungan ini banyak usaha jamu, sehingga disebut kampung jamu.

"Di sini ada beberapa outlet untuk pemasaran produk jamu dan sentra jamu untuk produksi jamunya. Sampai saat ini untuk sentra penjual jamu yang berproduksi sendiri sudah lebih dari 59. Untuk outletnya akan kita pusatkan di dua titik. Ke depan ini akan terus kami kembangkan," kata dia.

Di daerah ini, menjadi salah satu kelurahan unggulan. Selain menjadi kampung jamu sekaligus sebagai kampung ramah anak. Lokasinya dipusatkan di RW 02, Kelurahan Kampungdalem, Kota Kediri tersebut.

Selain itu, di RW 01 juga ada kampung budaya dimana akan ada program bahasa jawa massive. Di RW 03 ada kampung winner yang singkatan dari wisata dan kuliner. Di RW 04 ada kampung hijau yang bersih dan bebas asap rokok serta narkoba.

"Harapannya semua akan menjadi destinasi wisata edukasi karena di Kota Kediri untuk alam kami rasa susah mengembangkannya. Makanya kami mencoba kampung wisata edukasi. Dari kampung wisata akan ada dampak ekonomi bagi masyarakat," kata dia. 

Baca juga: Pemkot Kediri tegaskan jaga inflasi demi ekonomi tumbuh
Baca juga: Pemkot Kediri sediakan Rp9 miliar untuk dana bergulir UMKM

Pewarta : Asmaul Chusna
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar