80 Gajah Zimbabwe Tewas Diracun

Rabu, 25 September 2013 10:36 WIB

Jakarta (antarasulteng.com) - Lebih dari 80 ekor gajah di Taman Nasional Hwange, Zimbabwe, dibunuh untuk diambil gadingnya.

Para pemburu gelap membubuhkan sianida di lubang air untuk meracuni gajah-gajah itu. Menteri Pariwisata Walter Mzembi membenarkan jumlah gajah yang mati setelah mengelilingi Taman Nasional Hwange.

Menurut petugas departemen alam liar, bahan kimia itu juga membunuh hewan yang lebih kecil dan predator yang memangsa mereka. Petugas berhasil menangkap sembilan pemburu gelap setelah melacak gading yang mereka sembunyikan di taman.

"Ketika kami meninggalkan Taman Nasional Hwange hari Minggu, jumlah gajah yang mati keracunan sianida jadi 81," kata Jerry Gotora, direktur departemen pertamanan Zimbabwe, kepada AFP.

"Beberapa hewan lainnya juga mati, tapi kami belum tahu jumlahnya," tambahnya, seperti yang dikutip dari BBC.

Jumlah gajah yang mati sudah termasuk sekitar 40 gajah yang mati akibat keracunan di taman nasional seluas 4.650 kilometer persegi awal bulan ini.

Pewarta :
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026

Terkait

Indonesia, Zimbabwe tandatangani kerja sama pertahanan

30 December 2020 7:40 Wib, 2020

Indonesia melumat Zimbabwe 6-0 di olimpiade catur online

21 August 2020 21:13 Wib, 2020

Presiden Zimbabwe akan penjarakan pembuat pernyataan "lockdown" palsu

15 April 2020 4:40 Wib, 2020

Kongo lumat Zimbabwe 4-0

01 July 2019 11:10 Wib, 2019

Mesir awali Piala Afrika dengan kemenangan atas Zimbabwe

22 June 2019 5:47 Wib, 2019
Terpopuler

Adames bersiap hadapi Williams untuk pertahankan sabuk juara dunia WBC

Humaniora - 13 January 2026 14:11 Wib

Inspirasi dari lautan surya di kawasan gurun Abu Dhabi

Artikel - 16 January 2026 8:27 Wib

Pembangunan karakter generasi muda fondasi Palu berkelanjutan

Seputar Sulteng - 13 January 2026 21:22 Wib

Prabowo koreksi desain IKN, tambah embung hingga antisipasi karhutla

Polhukam - 16 January 2026 8:28 Wib

Polda Sulteng pastikan penanganan cepat banjir di KabupatenDonggala

Seputar Sulteng - 13 January 2026 21:22 Wib