Kingkong Punah Karena Pola Makan

Senin, 20 Januari 2014 14:17 WIB

Jakarta (antarasulteng.com) - Gigantopithecus, kera terbesar yang pernah diketahui, kemungkinan punah karena diet buah berkadar gizi rendah.

Sekitar 80 tahun silam, antropolog Belanda Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald menemukan gigi raksasa di toko obat di Hongkong, dan dari situlah Gigantopithecus itu dinamai kingkong.

Sejak itu, ribuan gigi raksasa -dan tiga tulang rahang– muncul di Asia selatan.

Gigi-gigi raksasa dan tulang rahang itu menunjukkan bahwa Gigantopithecus bisa bertinggi 3 meter sehingga membuatnya kera terbesar yang pernah dikenal dan kemungkinan besar ada hubungannya dengan orang utan. 

Namun penyebab mengapa hewan ini punah, belum jelas terungkap, kutip New Scientist.

Tapi kini Yingqi Zhang dari Laboratorium Sistematika Evolusi Vertebrata pada Akademi Sains China di Beijing, telah menganalisis 17 gigi baru Gigantopithecus.

Berumur kira-kira 400 ribu tahun, gigi-gigi kera raksasa ini adalah diantara yang paling muda dari sisa kera yang pernah ditemukan. Artinya, gigi-gigi ini milik para kera raksasa terakhir yang berjalan di Bumi.

Kebanyakan dari gigi-gigi ini tergerus yang menunjukkan ada masalah pada pola makan mereka, kata Zhang.

"Ada sesuatu yang buruk sebelum punahnya Gigantopithecus, dan saya kira itu berasal dari makanan," sambung Zhang.

Kera raksasa ini harus mengubah pola makannya karena iklim menjadi dingin dan makanan kesukaan mereka  --kemungkinan besar bambu-- menjadi langka ditemukan.

Gigi mereka menunjukkan kera-kera itu berubah melahap buah rendah gizi namun kaya asam pengikis lapisan email, kata Zhang.

Tapi buah itu bagus untuk kebanyakan kera, kata Kornelius Kupczik dari Institut Antropologi Evolusioner Max Planck di Leipzig, Jerman.

"Simpanse melahap banyak buah-buahan yang sangat pahit atau berasam bagi mulut manusia," kata dia, tapi gigi simpanse tidak rusak. 

Pewarta :
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026

Terkait

Menhut lepasliarkan 20 kura-kura Rote terlangka di dunia

22 October 2025 8:37 Wib

Balai Bahasa: Duta bahasa berperan ajak anak muda bangga bahasa daerah

10 June 2024 14:31 Wib, 2024

Perlu regulasi dalam mempertahankan Bahasa Mori agar tidak punah

01 March 2024 20:32 Wib, 2024

KLHK mulai survei macan tutul di Pulau Jawa untuk dapat data populasi

27 February 2024 11:51 Wib, 2024

Komiu Sulteng sebut kura-kura hutan Sulawesi terancam punah

14 July 2021 16:08 Wib, 2021
Terpopuler

Inspirasi dari lautan surya di kawasan gurun Abu Dhabi

Artikel - 16 January 2026 8:27 Wib

Perempuan berperan penting dalam sejarah perbaikan bangsa

Humaniora - 19 January 2026 19:58 Wib

Sigi realisasikan 66 unit bantuan RTLH 2025

Humaniora - 16 jam lalu

Prabowo koreksi desain IKN, tambah embung hingga antisipasi karhutla

Polhukam - 16 January 2026 8:28 Wib

Dua Wilayah Sigi mulai panen raya padi Februari mendatang

Ekonomi Dan Keuangan - 19 January 2026 19:59 Wib