Marcus/Fikri mrnang atas Hendra/Pramudya
Jumat, 26 Juni 2020 15:58 WIB
Ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Muhammad Shohibul Fikri menundukkan pasangan Hendra Setiawan/Pramudya Kusumawardana Riyanto setelah melalui rubber game dengan skor 21-15, 13-21, 21-11 di hari ketiga turnamen internal PBSI di Jakarta, Jumat. (dokumentasi PP PBSI)
Jakarta (ANTARA) - Marcus Fernaldi Gideon/Muhammad Shohibul Fikri sukses mengantongi kemenangan atas Hendra Setiawan/Pramudya Kusumawardana Riyanto pada turnamen internal PBSI di Jakarta, Jumat, melalui rubber game dengan skor 21-15, 13-21, 21-11.
Sempat unggul di gim pembuka, pasangan Marcus/Fikri justru tak berkutik di gim kedua karena permainan depan Hendra yang begitu menyulitkan. Hendra mengatur tempo permainan dan membuat Marcus/Fikri terbawa irama permainan yang lebih lambat.
"Koh Hendra memang bagus bola-bola depannya, dia bisa hentikan laju bola, temponya jadi pelan, dia sangat berpengalaman. Hari ini kami lebih fokus dan badannya lebih fit saja," ujar Marcus usai pertandingan yang disiarkan secara daring.
Sebagai pemain yang lebih muda, Fikri memetik banyak pelajaran dari pasangannya. Fikri menilai banyak hal teknis maupun non teknis yang mesti dilatih lagi.
Meski secara fisik ia bisa mengimbangi seniornya tersebut, namun Fikri masih perlu belajar menahan kesabaran dan fokus.
"Saya harus tingkatkan fokus supaya tidak mati-mati sendiri dan pola pikirnya. Pelajaran yang saya ambil dari koh Sinyo (Marcus) adalah ketenangan dan kesabarannya," ungkap Fikri.
Kendati begitu Marcus/Fikri tetap bersyukur atas hasil yang mereka raih di turnamen internal PBSI yang ditayangkan langsung secara daring ini. Kondisi fisik yang belum 100 persen kembali akibat lama absen di tengah pandemi COVID-19 juga menjadi salah satu kendala.
"Kalau fit seperti dulu sih pasti belum, karena latihannya kan belum full, masih jaga kondisi. Sekarang ini targetnya yang penting jangan sakit. Selain itu, kami baru berpasangan, masih banyak kekurangan yang perlu dilatih," Marcus mengungkapkan.
Sempat unggul di gim pembuka, pasangan Marcus/Fikri justru tak berkutik di gim kedua karena permainan depan Hendra yang begitu menyulitkan. Hendra mengatur tempo permainan dan membuat Marcus/Fikri terbawa irama permainan yang lebih lambat.
"Koh Hendra memang bagus bola-bola depannya, dia bisa hentikan laju bola, temponya jadi pelan, dia sangat berpengalaman. Hari ini kami lebih fokus dan badannya lebih fit saja," ujar Marcus usai pertandingan yang disiarkan secara daring.
Sebagai pemain yang lebih muda, Fikri memetik banyak pelajaran dari pasangannya. Fikri menilai banyak hal teknis maupun non teknis yang mesti dilatih lagi.
Meski secara fisik ia bisa mengimbangi seniornya tersebut, namun Fikri masih perlu belajar menahan kesabaran dan fokus.
"Saya harus tingkatkan fokus supaya tidak mati-mati sendiri dan pola pikirnya. Pelajaran yang saya ambil dari koh Sinyo (Marcus) adalah ketenangan dan kesabarannya," ungkap Fikri.
Kendati begitu Marcus/Fikri tetap bersyukur atas hasil yang mereka raih di turnamen internal PBSI yang ditayangkan langsung secara daring ini. Kondisi fisik yang belum 100 persen kembali akibat lama absen di tengah pandemi COVID-19 juga menjadi salah satu kendala.
"Kalau fit seperti dulu sih pasti belum, karena latihannya kan belum full, masih jaga kondisi. Sekarang ini targetnya yang penting jangan sakit. Selain itu, kami baru berpasangan, masih banyak kekurangan yang perlu dilatih," Marcus mengungkapkan.
Pewarta : Roy Rosa Bachtiar
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pasangan ganda putri Apriyani/Mychelle jumpa Ribka/Fadia dipartai final
17 July 2020 13:33 WIB, 2020
Ganda putri Apriyani/Mychelle taklukkan Meilysa/Rachel dalam rubber game
15 July 2020 13:22 WIB, 2020
Fajar/Yeremia belum terhentikan setelah raih kemenangan ketiga beruntun
25 June 2020 12:16 WIB, 2020