Twitter hapus konten terlarang di Rusia
Senin, 3 Mei 2021 9:16 WIB
Ilustrasi - Orang yang memegang iPhone Apple baru dengan logo Twitter di layar. ANTARA/Shutterstock/pri.
Jakarta (ANTARA) - Regulator telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor menyatakan Twitter memenuhi permintaan mereka untuk menghapus konten yang dilarang pemerintah negara tersebut.
Dikutip dari Reuters, Senin, Roskomnadzor meminta Twitter menghapus konten yang mengandung pornografi anak, penyalahgunaan obat-obatan atau ajakan bunuh diri kepada anak-anak.
Twitter menghapus 60 persen konten yang dilarang tersebut, sejak Rusia memperlambat kecepatan platform tersebut pada Maret lalu agar memenuhi permintaan tersebut. Meski pun begitu, lebih dari 1.000 konten ilegal masih bisa diakses di platform tersebut, jumlahnya turun dari tahun lalu yang lebih dari 3.000 konten.
Rusia memperpanjang perlambatan kecepatan platform Twitter hingga 15 Mei.
Roskomnadzor menemukan lebih dari 900 konten terlarang terbaru sejak perlambatan 10 Maret lalu.
Menurut mereka, Twitter menghapus konten ilegal yang baru terdeteksi dalam 81 jam setelah permintaan, lebih lambat dari tenggat waktu di undang-undang yakni 24 jam.
Twitter membantah mengizinkan platform tersebut digunakan untuk mempromosikan perilaku ilegal dan memiliki nol toleransi untuk eksploitasi seksual anak serta melarang promosi bunuh diri atau menyakiti diri.
Perwakilan Twitter menyatakan sudah berdiskusi dengan Roskomnadzor pada 1 April dan 28 April untuk masalah konten ilegal tersebut.
Roskomnadzor menyatakan pada pertemuan 28 April lalu, regulator dan Twitter sepakat membangun komunikasi langsung untuk moderasi konten.
Dikutip dari Reuters, Senin, Roskomnadzor meminta Twitter menghapus konten yang mengandung pornografi anak, penyalahgunaan obat-obatan atau ajakan bunuh diri kepada anak-anak.
Twitter menghapus 60 persen konten yang dilarang tersebut, sejak Rusia memperlambat kecepatan platform tersebut pada Maret lalu agar memenuhi permintaan tersebut. Meski pun begitu, lebih dari 1.000 konten ilegal masih bisa diakses di platform tersebut, jumlahnya turun dari tahun lalu yang lebih dari 3.000 konten.
Rusia memperpanjang perlambatan kecepatan platform Twitter hingga 15 Mei.
Roskomnadzor menemukan lebih dari 900 konten terlarang terbaru sejak perlambatan 10 Maret lalu.
Menurut mereka, Twitter menghapus konten ilegal yang baru terdeteksi dalam 81 jam setelah permintaan, lebih lambat dari tenggat waktu di undang-undang yakni 24 jam.
Twitter membantah mengizinkan platform tersebut digunakan untuk mempromosikan perilaku ilegal dan memiliki nol toleransi untuk eksploitasi seksual anak serta melarang promosi bunuh diri atau menyakiti diri.
Perwakilan Twitter menyatakan sudah berdiskusi dengan Roskomnadzor pada 1 April dan 28 April untuk masalah konten ilegal tersebut.
Roskomnadzor menyatakan pada pertemuan 28 April lalu, regulator dan Twitter sepakat membangun komunikasi langsung untuk moderasi konten.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Poso dukung generasi muda ciptakan karya kreatif promosi pariwisata
30 November 2024 19:32 WIB, 2024
FKUB-Sulteng: Kader pelopor kerukunan dunia maya pembawa pesan damai
23 November 2024 16:10 WIB, 2024
Kemkomdigi minta masyarakat tak terkecoh judol berbalut konten viral
11 November 2024 15:48 WIB, 2024
Bawaslu Donggala gandeng Diskominfo untuk pengawasan konten internet
02 October 2024 20:29 WIB, 2024