Palu (ANTARA) - Juru Bicara Pusat Data dan Informasi COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah, Adiman menyebutkan pasien COVID-19 di provinsi itu yang berhasil sembuh bertambah menjadi 43.264 orang.

"Hari ini 80 pasien COVID-19 dinyatakan telah sembuh berdasarkan hasil tes usap (swab) terakhir, sehingga secara kumulatif total pasien COVID-19 yang sembuh di Sulteng hingga saat ini berjumlah 43.264 orang," katanya di Kota Palu, Sabtu malam.

Ia menerangkan pasien COVID-19 yang sembuh terbanyak berada di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yaitu 26 orang. Disusul 15 orang di Poso, 12 orang di Buol, sembilan orang di Banggai.

Kemudian, lanjutnya, delapan orang di Sigi, empat orang di Banggai Laut (Balut) dan Kota Palu, satu orang di Banggai Kepulauan (Bangkep) dan Donggala.

Mereka yang sudah sembuh telah diizinkan pulang, namun harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19 secara ketat agar tidak kembali terpapar.

"Sementara itu 53 orang terkonfirmasi positif COVID-19 hari ini meliputi 24 orang di Poso, 11 orang di Parimo, enam orang di Banggai, lima orang di Palu, tiga orang di Buol, satu orang di Donggala, Morowali, Morowali Utara dan Sigi,"ujarnya.

Sehingga secara kumulatif sampai saat ini sudah46.031 orang yang terpapar COVID-19.

"Berikutnya tiga pasien COVID-19 masing-masing satu orang di Banggai, Parimo dan Tolitoli dinyatakan meninggal dunia hari ini,"ucapnya.

Sehingga total pasien COVID-19 yang meninggal dunia sampai saat ini berjumlah 1.551 orang. Adapun 1.216 pasien COVID-19 saat ini menjalani isolasi secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat.

Ia meminta masyarakat mendukung tim pengawas dinas kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.

Selain itu, warga diimbau menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19 secara ketat.

"Pencegahan yakni dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah. Langkah tersebut sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan COVID-19 di Sulteng,"terangnya.


Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2024