Akademisi UIN: Pemerintah perlu awasi ketat mutasi guru
Selasa, 8 November 2022 17:32 WIB
Dekan Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan UIN Datokarama Palu Dr Askar. ANTARA/Muhammad Hajiji
Sigi, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, Dr Askar, menilai pemerintah daerah perlu mengawasi secara ketat mutasi guru khususnya permohonan pindah tempat kerja, dalam rangka mengatasi kesenjangan dan kelangkaan guru.
"Salah satu penyebab terjadinya kekurangan guru khususnya di daerah-daerah terpencil dan tertinggal adalah karena adanya persetujuan pimpinan atas permohonan mutasi guru dari daerah terpencil ke kota," ucap Dr Askar terkait upaya mengatasi kelangkaan guru di daerah, di Sigi, Selasa.
Askar yang merupakan Dekan Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Datokarama mengatakan guru yang ditempatkan atau diangkat di daerah terpencil tentu telah membuat perjanjian kerja dengan pemerintah untuk menjalankan tugas dan fungsinya di wilayah penempatan, serta mengetahui segala konsekuensi atas perjanjian tersebut.
Bahkan, sebut dia, sebagai seorang guru yang berstatus aparat sipil negara (ASN) tentu telah menyatakan siap ditempatkan di manapun.
Oleh karena itu, ujar dia, dibutuhkan konsistensi dan komitmen kebijakan pemerintah dalam pemerataan distribusi guru yaitu, guru yang diangkat untuk bertugas di daerah terpencil, jangan dipindahkan ke kota atau di wilayah yang memiliki kelebihan guru.
Menurut dia, dari sisi kuantitas jumlah guru di daerah cukup memadai, dengan demikian tidak terjadi kelangkaan/kekurangan guru.
"Namun, distribusi guru ke sekolah-sekolah di wilayah pelosok dan terpencil yang tidak merata, sehingga ada sekolah di daerah terpencil yang satu guru harus mengajar di tiga kelas setiap hari dengan berbagai mata pelajaran, bahkan mata pelajaran yang dibawakan di luar dari disiplin ilmu," ungkap dia.
Di samping itu, kata Askar, pemerintah daerah perlu bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk mengatasi kekurangan guru di daerah terpencil.
FTIK UIN Datokarama, ujar dia, menggagas program bertajuk FTIK Mengabdi dan Mengajar. Lewat program ini FTIK menurunkan mahasiswa mengajar di sekolah-sekolah di wilayah terpencil di Sulawesi Tengah khususnya di Kabupaten Sigi dan Donggala.
"Program ini merupakan tindak lanjut atau implementasi dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicetuskan oleh pemerintah pusat," ucap dia.
"Salah satu penyebab terjadinya kekurangan guru khususnya di daerah-daerah terpencil dan tertinggal adalah karena adanya persetujuan pimpinan atas permohonan mutasi guru dari daerah terpencil ke kota," ucap Dr Askar terkait upaya mengatasi kelangkaan guru di daerah, di Sigi, Selasa.
Askar yang merupakan Dekan Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Datokarama mengatakan guru yang ditempatkan atau diangkat di daerah terpencil tentu telah membuat perjanjian kerja dengan pemerintah untuk menjalankan tugas dan fungsinya di wilayah penempatan, serta mengetahui segala konsekuensi atas perjanjian tersebut.
Bahkan, sebut dia, sebagai seorang guru yang berstatus aparat sipil negara (ASN) tentu telah menyatakan siap ditempatkan di manapun.
Oleh karena itu, ujar dia, dibutuhkan konsistensi dan komitmen kebijakan pemerintah dalam pemerataan distribusi guru yaitu, guru yang diangkat untuk bertugas di daerah terpencil, jangan dipindahkan ke kota atau di wilayah yang memiliki kelebihan guru.
Menurut dia, dari sisi kuantitas jumlah guru di daerah cukup memadai, dengan demikian tidak terjadi kelangkaan/kekurangan guru.
"Namun, distribusi guru ke sekolah-sekolah di wilayah pelosok dan terpencil yang tidak merata, sehingga ada sekolah di daerah terpencil yang satu guru harus mengajar di tiga kelas setiap hari dengan berbagai mata pelajaran, bahkan mata pelajaran yang dibawakan di luar dari disiplin ilmu," ungkap dia.
Di samping itu, kata Askar, pemerintah daerah perlu bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk mengatasi kekurangan guru di daerah terpencil.
FTIK UIN Datokarama, ujar dia, menggagas program bertajuk FTIK Mengabdi dan Mengajar. Lewat program ini FTIK menurunkan mahasiswa mengajar di sekolah-sekolah di wilayah terpencil di Sulawesi Tengah khususnya di Kabupaten Sigi dan Donggala.
"Program ini merupakan tindak lanjut atau implementasi dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicetuskan oleh pemerintah pusat," ucap dia.
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KRI WSH-991 sandar di Port Moresby lanjutkan misi kemanusiaan di PNG
18 November 2024 14:18 WIB, 2024
KRI WSH-991 sandar di Fiji 3 hari dalam rangkaian muhibah di Pasifik
03 November 2024 13:24 WIB, 2024
Jokowi dan Prabowo berlayar tumpangi KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat
28 September 2024 10:48 WIB, 2024
Terpopuler - Pendidikan & Iptek
Lihat Juga
DSLNG latih guru penggerak Banggai kuasai pembelajaran berbasis kecerdasan buatan
28 January 2026 10:55 WIB
Rektor UIN Datokarama Palu perjuangkan hak generasi muda peroleh pendidikan
25 January 2026 18:45 WIB
Pemkab Poso perkuat sinergi dengan pusat untuk pengembangan pendidikan tinggi
16 January 2026 20:13 WIB