Palu (ANTARA) -
PT Poso Energy menggandeng Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako Palu, Sulawesi Tengah, membantu menjaga konservasi ekosistem daerah aliran sungai (DAS) demi keberlangsungan kualitas air.
 
"Air sebagai sumber kehidupan, maka penting untuk dijaga kelangsungannya. Untuk menjaga kualitas sumber air baku maka dibutuhkan konservasi ekosistem DAS dan hutan sekitarnya," kata Manager Bisnis Development PT Poso Energy Ismet Rahmat Kartono pada kuliah umum di Fakultas Kehutanan bertajuk "konservasi ekosistem DAS dalam rangka rangka kelestarian fungsi hidrologi," di Palu, Sabtu.

Ia menjelaskan, Poso Energi sebagai perusahaan bergerak di bidang energi baru terbarukan pada pengelolaan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Kabupaten Poso butuh kolaborasi dengan para pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi maupun masyarakat.

Menurut dia, kelangsungan ekosistem DAS yang baik sangat dibutuhkan dalam pengoperasian PLTA, karena dukungan kualitas air yang bersih mempermudah kinerja mesin pembangkit sekaligus memperpanjang usia turbin.

"Sumber air baku digunakan pada sistem pembangkit ini berasal dari aliran sungai Poso bersumber dari Danau Poso, sehingga ekosistem hutan dan DAS harus terjaga," ujarnya.

Dekan Fakultas Kehutanan Untad, Golar mengemukakan, langkah dilakukan perusahaan energi ini sangat bermanfaat untuk kelangsungan hutan dalam lingkungan sekitar industri.

Olehnya, mewujudkan konservasi penting untuk dilakukan di sekitar kawasan ini menjadi hutan penyangga sekaligus dapat bermanfaat sebagai pengendali bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir.

"Kami mengapresiasi langkah ini, dan kami juga siap terlibat untuk melakukan terobosan upaya pengendalian dampak hidrometeorologi dan upaya peningkatan kualitas hutan," ucap Golar.

Di kesempatan sama, guru besar Fakultas Kehutanan Universitas Padjadjaran Jawa Barat Prof Chay Asdak menjelaskan keberlangsungan hutan penting dalam menjaga ekosistem DAS.

Salah satu strategi dilakukan menjaga ekosistem tersebut yakni, meningkatkan cakupan tutupan hutan hingga 40 persen, kemudian menjaga area hutan penyangga wilayah rentan, mengurangi sedimentasi.

"Jika cakupan-cakupan itu bisa terjaga, maka ini dapat memperbaiki kualitas air hingga 90 persen," ujarnya.

Manager Lingkungan, Kehutanan dan CSR PT Poso Energy Irma Suriani mengemukakan, lokasi industri PLTA Poso berada di areal penggunaan lain (APL) sehingga tidak mengganggu keberadaan hutan lindung.

Dari kegiatan industri ini juga, katanya, tidak ada mengganggu aktivitas lingkungan, pertanian dan kawasan lain di sekitar perusahaan.

"Kami juga melaksanakan tanggungjawab sosial dengan memberdayakan masyarakat sekitar untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Pada kegiatan tanggungjawab sosial ini, kami melaksanakan lima bidang yakni kesehatan, sosial kemasyarakatan, kerja sama kelembagaan dan pemberdayaan, pendidikan serta perlindungan lingkungan," tuturnya.
 

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2024