Tanjungpinang (ANTARA) - Seorang petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) bernama Delta Yuharni ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di antara tumpukan tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Anggota KPU Provinsi Kepri Arison di Tanjungpinang, Kamis, mengatakan bahwa tempat tinggal anggota pantarlih tersebut juga tertimbun tanah longsor.

"Kami belum mendapatkan informasi apakah keluarga korban selamat atau tidak," katanya.

Arison mengemukakan bahwa Delta semasa menjalankan tugas sebagai pantarlih telah melakukan pencocokan dan penelitian terhadap data pemilih di Desa Pangkalan, Pulau Serasan.

Delta lebih cepat menyelesaikan tugasnya lantaran jumlah pemilih di tempat pemungutan suara (TPS) di Desa Pangkalan tersebut relatif sedikit, atau tidak mencapai 200 orang.

KPU Provinsi Kepri mengupayakan agar Delta mendapatkan santunan dari KPU RI.

"Kami masih mempelajari teknis untuk mendapatkan santunan tersebut," ujarnya.

Selain anggota pantarlih, kata dia, seorang anggota panitia pemungutan suara (PPS) dan seorang staf Sekretariat PPS sampai sekarang belum ditemukan.

Pihak keluarga melaporkan telah kehilangan mereka setelah peristiwa tanah longsor itu. Rumah mereka tertimbun tanah longsor.

"Mudah-mudahan mereka dalam kondisi selamat, tidak menjadi korban bencana tersebut," ucapnya.

Tim Gabungan Tanggap Bencana Serasan dan Serasan Timur melaporkan sebanyak 21 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tertimbun tanah longsor.

Sementara itu, 35 orang lainnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Tiga orang korban dalam kritis, satu di antaranya meninggal dunia saat dibawa dengan kapal menuju Rumah Sakit Ranai.

Sebanyak 1.216 orang korban masih mengungsi di sejumlah tempat yang disiapkan pemerintah.


 

Pewarta : Nikolas Panama
Editor : Andriy Karantiti
Copyright © ANTARA 2024