Jakarta (ANTARA) - Pembalap Prima Pramac Racing Johann Zarco dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk bergabung dengan tim satelit Honda (LCR Honda) untuk MotoGP musim mendatang, menyusul hengkangnya Alex Rins dari tim tersebut ke tim pabrikan Yamaha.

Dikutip dari laman resmi MotoGP, Selasa, Zarco mengatakan potensi tersebut akan menjadi tantangan baru baginya jika ia benar-benar meninggalkan tim satelit Ducati ke LCR Honda.

"Saya akan merasa bangga jika menjadi orang (kandidat) tersebut," kata Zarco saat menanggapi spekulasi yang menghubungkannya dengan Honda.

Menilai keadaan motor RC213V saat ini, dia menganggapnya sebagai proposisi yang menarik tetapi mengakui bahwa saat ini motor tersebut masih sulit untuk diunggulkan.

"Itu tidak akan menjadi tantangan yang buruk. Jika Anda berpikir tentang kemenangan, berada di posisi teratas dan bertarung, seperti yang saya lakukan sekarang selama beberapa tahun, jelas tempat yang tepat adalah di Ducati karena itu motor terbaik. Kita bisa melihatnya di trek," kata pembalap Prancis tersebut.

"Bagus untuk memiliki minat Honda. Jelas senang memiliki tim yang tertarik, bahkan jika mereka sedang berjuang. Kami harus memikirkan hal ini," ujarnya menambahkan.

Namun, Zarco mengisyaratkan masih tetap berada di Ducati, menyusul dominasi dari tim pabrikan dan satelitnya yang menguasai MotoGP musim 2023.

"Tapi target saya adalah (berada) di Ducati dengan motor pemenang ini, dan juga tim pemenang. Kami memimpin kejuaraan dengan Pramac. Jorge (Martin) dan saya merasa baik bersama-sama, jadi mengapa tidak melanjutkannya?" kata dia.

Di sisi lain, Bos LCR Lucio Cecchinello mengklaim bahwa pihak Zarco merupakan pihak pertama yang melakukan kontak dengan mereka.

"Saya akan mengatakan yang sebenarnya, kami tidak menyembunyikan apa pun. Kami didekati oleh berbagai agen, termasuk agen Zarco. Kami sedikit terkejut, karena Zarco memiliki motor yang sangat kompetitif saat ini," kata Cecchinello.

Manajer Tim Repsol Honda Alberto Puig tidak menanggapi dengan detail, namun ia mengungkapkan kekagumannya pada juara dunia Moto2 dua kali itu.

"Johann adalah pembalap cepat dengan banyak pengalaman. Dia membalap dengan banyak tim. Dia selalu menjadi pembalap yang disambut baik. Tapi saya tidak bisa memberi Anda pernyataan saat ini karena kami bahkan tidak berbicara (dengan Zarco)," kata Puig.


 

Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Andriy Karantiti
Copyright © ANTARA 2024