Lebak (ANTARA) -
Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar menyatakan pentingnya mempercepat pembangunan daerah untuk mempersiapkan Tahun Emas 2045.
 
"Kita berbagai langkah untuk melepaskan desa tertinggal dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM)," kata Mendes PDTT saat peringatan Hari Percepatan Pembangunan Daerah di Kabupaten Lebak, Jumat malam.

Langkah pertama dengan mempercepat pembangunan jaringan WiFi agar desa tertinggal dapat mengakses internet.


 
Meski sekarang desa tertinggal itu belum tersentuh jaringan WiFi, namun juga ada yang terdapat WiFi dengan bagus.
 
Kemendes PDTT berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI untuk pembangunan infrastruktur jaringan WiFi.
 
Apabila, desa tertinggal itu tersentuh jaringan WiFi maka dipastikan bisa beroperasi digital dan salah satu media yang lebih efektif untuk bisa meningkatkan SDM.
 
Kemendes PDTT juga memiliki jaringan untuk pelatihan - pelatihan yang dilakukan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), dan hampir setiap minggu rutin menyelenggarakan dialog interaktif dengan warga di daerah-daerah tertinggal.
 
"Ini salah satu upaya untuk meningkatkan SDM di desa tertinggal itu," katanya menjelaskan.
 
Menurut dia, langkah kedua melalui kehadiran langsung dari seluruh stakeholder yang ada di wilayah itu dapat berperan untuk meningkatkan SDM.
 
Selain itu juga Kemendes PDTT memiliki balai-balai pelatihan masyarakat, misalnya di Papua.


 
Begitu juga Kemendes PDTT mendukung Sustainable Development Goals ( SDGs) untuk mempercepat pembangunan berkelanjutan di desa.
 
"Kami berharap usaha yang dilakukan Kemendes PDTT itu dapat melepaskan desa-desa tertinggal untuk mempersiapkan Generasi Emas 2045," kata Abdul.
 
Mendes PDTT meminta masyarakat dapat mendukung bupati dan gubernur yang memiliki tugas berat untuk memerangi kemiskinan dan kebodohan.
 
Oleh karena itu, bersama - sama dengan bupati dan gubernur untuk menghilangkan kemiskinan di seluruh wilayah Banten.
 
"Kita harus berjuang untuk menghapuskan kebodohan dan kemiskinan itu," katanya.
 
Pj Gubernur Banten Al Muktabar menjanjikan tahun 2024 seluruh desa mendapatkan bantuan daya dukung untuk mempercepat pembangunan desa dengan memberikan biaya yang dialokasikan pemerintah provinsi Banten Rp60 juta dan tahun sebelumnya Rp15 juta.
 
"Kami berharap bantuan dana bantuan desa itu dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat," kata Pj Gubernur Banten.
 
Sementara itu, Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan mengatakan saat ini desa tertinggal di daerah ini tercatat 78 desa dan satu desa sangat tertinggal yakni Desa Kanekes.
 
Pemerintah daerah berkomitmen untuk mempercepat pembangunan daerah dengan berbagai program untuk mengentaskan desa tertinggal itu.
 
"Kami berjuang untuk mempercepat agar Lebak terbebas dari daerah tertinggal itu," katanya.


 
 
 

Pewarta : Mansyur suryana
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2024