Jakarta (ANTARA) - Pelatih ganda putra Indonesia Aryono Miranat menyoroti performa para anak asuhnya pada dua turnamen bulu tangkis pembuka di tahun 2024, yakni Malaysia Open dan India Open, yang sudah bergulir selama dua pekan terakhir ini.

Untuk pasangan ganda putra unggulan pertama Indonesia saat ini, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Aryono menilai penampilan mereka yang hanya bisa menembus babak delapan besar kurang memuaskan dan banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi.

“Terutama me-cover permainan di depan net supaya bisa tetap bermain menyerang. Pola bertahan juga masih belum rapat. Unforced error juga harus dikurangi terutama servis atau pengembalian servis,” kata Aryono, dikutip dari keterangan PP PBSI di Jakarta, Minggu.

“Selanjutnya adalah fighting spirit harus keluar dari diri sendiri, saat tertekan harus cepat bisa kembali melawan atau saat unggul harus tetap fokus,” ujarnya.
 

Lebih lanjut, ada pasangan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri yang tumbang dari babak awal Malaysia Open dan India Open 2024. Ketenangan adalah salah satu hal yang paling ia tekankan agar juara All England 2022 itu bisa kembali dalam performa terbaik.

“Bagas/Fikri kalah di babak awal lawan pemain unggulan dari India dan Denmark, pembenahan di sektor permainan depan net dan ketenangan dalam bermain harus terus dibenahi, sehingga unforced error bisa dikurangi,” kata Aryono.
 

Pelatih juga memberikan evaluasi untuk ganda putra lainnya, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang bernasib sama dengan Bagas/Fikri pada dua turnamen dengan level BWF Super 1000 dan Super 750 tersebut.

“Leo/Daniel dalam dua pertandingan ini juga kalah di babak awal oleh pemain Denmark, masih banyak juga yang harus dibenahi. Rotasi dalam menyerang dan juga pada saat serangan balik mesti dipertajam. Poin-poin kritis, fokusnya harus lebih kuat,” kata dia.

Sementara itu, para pebulu tangkis Indonesia tengah bersiap untuk melakoni turnamen ketiga tahun ini, yaitu Indonesia Masters 2024 yang akan digelar di Istora Senayan Jakarta, 23-28 Januari.

Ini merupakan satu-satunya turnamen BWF Super 500 yang masuk ke dalam kalender Race to Olympics 2024, sekaligus pengumpulan poin bagi para atlet untuk bisa bersaing di panggung olahraga terbesar empat tahunan yang kali ini akan diadakan di Paris, Prancis.



 


Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2024