Palu  (Antarasulteng.com) - Pelaksanaan Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) II Tahun 2017 menyuguhkan suasana baru dibanding iven sebelumnya, dimana salah satu spot yang kini menjadi ikon di arena pesta seni budaya itu yakni Kampung Kaili yang selalu ramai dikunjungi warga.
    
Property yang dirancang seperti suasana perkampungan masyarakat etnis Kaili pada zaman dahulu menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung.

Semua bangunan itu terlihat menggunakan material kayu dan bambu sebagai tiang kokohnya, ditambah ornamen-ornamen khas etnis itu menjadikan Kampung Kaili semakin cantik.

Sebanyak 46 sou-sou (gubuk) ini dibangun berdasarkan jumlah kelurahan yang ada di Kota Palu. Suasana tradisional menambah kental khasanah budaya di arena ini.

Konsep 'Kampung Kaili' ini lahir atas dasar keinginan Wali Kota Palu, Hidayat agar FPPN ini berbasis budaya.

"Saya sangat terkesan dengan konsep ini. Penataan bangunan tradisional membuat pengunjung serasa berada di kampung Kaili yang sebenarnya. Baru kali ini di Kota Palu ada kampung Kaili," kata Lili, salah seorang pengunjung.

Penempatan 'Kampung Kaili' oleh panitia cukup strategis, dimana kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tepat berada di sebelah barat Anjungan Nusantara Teluk Palu ini merupakan tempat strategis, di bawah pohon yang rindang, tertata rapi sou-sou sebagai simbol tepat tinggal masyarakat Kaili zaman dahulu.
    
"Disini juga ternyata ada suguhan kuliner tradisional, seperti kaledo dan makanan khas lainnya. Ini sangat bagus, kalau pascakegiatan ini pemerintah konsisten mempertahankan kondisi bangunan itu, saya kira ini menjadi tempat wisata yang ramai di kunjungi," ungkap Lili lagi.

Kampung kaili merupakan salah satu dari sejumlah spot yang ada di arena FPPN. Lokasi yang disediakan pemerintah setempat sepanjang 7,2 kilometer di pantai Teluk Palu sebagai arena pesta budaya ini juga dibanjiri para pelaku UKM.

Kegiatan FPPN merupakan event pariwisaya yang tujuannya tidak lain yakni untuk menarik minat wisat baik nusantara maupun mancanegara, akan berlangusng hingga 27 September.

Pewarta : Moh. Ridwan
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2024