Palu, 3/4 (Antara) - Koordinator Presidium Ikatan Alumni Universitas Tadulako (Ika Untad) Nur Sangadji mengatakan alumni Untad juga wajib diberikan kesempatan untuk berkompetisi secara kualitatif dan kuantitatif pada pemilihan Rektor Untad beberapa waktu ke depan.
Nur menjelaskan di Palu, Selasa, dirinya mengingat kembali pesan Rektor Untad pada wisuda belum lama ini dimana saat itu hadir Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Arif Satria.
"Ika Untad, contohi Ika IPB," kata Nur Sangaji mengutip penyampaian Rektor Untad Prof Dr Moh Basir.
Nur menyampaikan bahwa Rektor IPB saat ini masih bergelar doktor sementara alumni-alumni Untad telah banyak bergelar profesor.
"Kalau IPB memberikan kesempatan kepada alumninya menjadi rektor, maka Untad juga bisa mengikuti itu," tegas Nur Sangadji, yang disambut tepuk tangan puluhan peserta dialog publik.
Ia menceritakan bahwa dalam kunjungannya hampir di semua daerah di Sulteng, umumnya daerah tersebut dipimpin oleh alumni-alumni dari Untad.
"Kalau di luar, alumni kita sudah menjadi apa-apa, maka di dalam kampus juga harus menjadi apa-apa," katanya.
Pengurus Pusat Ikatan Alumni (Ika) Universitas Tadulako (Untad) menggelar dialog publik dalam mencermati sejumlah isu terkait perkembangan daerah dan distribusi alumni Untad, disalah satu hotel di Palu, Selasa.
Baca juga: IKA Untad gelar dialog publik pengembangan alumni
Kegiatan yang didesain dalm bentuk diskusi terbuka itu menghadirkan sejumlah Narasumber dan beberapa Alumni Untad, diantaranya Bupati Sigi Muhammad Irwan Lapata, Kadis Pemuda dan Olahraga Sulteng Yunan Lampasio, Mantan Kadis Kesehatan Sulteng dr. Abdullah, Politisi Arifin Sunusi, Anggota DPRD Sulteng Yahdi Basma dan Tokoh Pemuda Sulteng Salehudin Awal.
Kemudian beberapa Akademisi Untad di antaranya Dr. Mauled Moeliono, Prof Jayani Nurdin, Prof Marhawati Mappatoba, Prof Chairil Anwar dan Rizali Djaelangkara.
Pada acara wisuda Untad ke-91, Kamis (22/3), Rektor Untad Muhammad Basir meminta lulusan Untad meneladani alumni Institute Pertanian Bogor (IPB), menjadi pribadi-pribadi tangguh dan jauh dari sikap cengeng serta tidak tinggi hati.
Kepada alumni, rektor juga berpesan agar menjadi insan-insan yang ramah dan berhati mulia, serta tetap menjadi bagian dari almamater Untad.
"Daftarkan diri kalian sebagai anggota Ikatan Alumni (IKA) Untad di fakultas masing-masing. Kelak jadilah anggota IKA yang meneladani IKA IPB yang selalu mengambil peran bagi kemajuan almamaternya, termasuk dalam membantu adik-adiknya yang memiliki keterbatasan ekonomi," katanya.
Bagi rektor, membantu keterbatasan ekonomi jauh lebih mulia dibandingkan melibatkan diri dalam hal-hal yang sudah diurus orang yang memiliki kompetensi.
"Tumbuhkan rasa malu agar tidak menjadi alumni yang terus disusui, jadilah sosok yang harus merawat ibu kandung (Untad) yang pernah menyusui kalian," katanya.
Nur menjelaskan di Palu, Selasa, dirinya mengingat kembali pesan Rektor Untad pada wisuda belum lama ini dimana saat itu hadir Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Arif Satria.
"Ika Untad, contohi Ika IPB," kata Nur Sangaji mengutip penyampaian Rektor Untad Prof Dr Moh Basir.
Nur menyampaikan bahwa Rektor IPB saat ini masih bergelar doktor sementara alumni-alumni Untad telah banyak bergelar profesor.
"Kalau IPB memberikan kesempatan kepada alumninya menjadi rektor, maka Untad juga bisa mengikuti itu," tegas Nur Sangadji, yang disambut tepuk tangan puluhan peserta dialog publik.
Ia menceritakan bahwa dalam kunjungannya hampir di semua daerah di Sulteng, umumnya daerah tersebut dipimpin oleh alumni-alumni dari Untad.
"Kalau di luar, alumni kita sudah menjadi apa-apa, maka di dalam kampus juga harus menjadi apa-apa," katanya.
Pengurus Pusat Ikatan Alumni (Ika) Universitas Tadulako (Untad) menggelar dialog publik dalam mencermati sejumlah isu terkait perkembangan daerah dan distribusi alumni Untad, disalah satu hotel di Palu, Selasa.
Baca juga: IKA Untad gelar dialog publik pengembangan alumni
Kegiatan yang didesain dalm bentuk diskusi terbuka itu menghadirkan sejumlah Narasumber dan beberapa Alumni Untad, diantaranya Bupati Sigi Muhammad Irwan Lapata, Kadis Pemuda dan Olahraga Sulteng Yunan Lampasio, Mantan Kadis Kesehatan Sulteng dr. Abdullah, Politisi Arifin Sunusi, Anggota DPRD Sulteng Yahdi Basma dan Tokoh Pemuda Sulteng Salehudin Awal.
Kemudian beberapa Akademisi Untad di antaranya Dr. Mauled Moeliono, Prof Jayani Nurdin, Prof Marhawati Mappatoba, Prof Chairil Anwar dan Rizali Djaelangkara.
Pada acara wisuda Untad ke-91, Kamis (22/3), Rektor Untad Muhammad Basir meminta lulusan Untad meneladani alumni Institute Pertanian Bogor (IPB), menjadi pribadi-pribadi tangguh dan jauh dari sikap cengeng serta tidak tinggi hati.
Kepada alumni, rektor juga berpesan agar menjadi insan-insan yang ramah dan berhati mulia, serta tetap menjadi bagian dari almamater Untad.
"Daftarkan diri kalian sebagai anggota Ikatan Alumni (IKA) Untad di fakultas masing-masing. Kelak jadilah anggota IKA yang meneladani IKA IPB yang selalu mengambil peran bagi kemajuan almamaternya, termasuk dalam membantu adik-adiknya yang memiliki keterbatasan ekonomi," katanya.
Bagi rektor, membantu keterbatasan ekonomi jauh lebih mulia dibandingkan melibatkan diri dalam hal-hal yang sudah diurus orang yang memiliki kompetensi.
"Tumbuhkan rasa malu agar tidak menjadi alumni yang terus disusui, jadilah sosok yang harus merawat ibu kandung (Untad) yang pernah menyusui kalian," katanya.