99 Titik Panas di Sumatra
Selasa, 21 Mei 2013 7:31 WIB
(FOTO ANTARA/Irwansyah Putra)
Pekanbaru (antarasulteng.com) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun
Pekanbaru, Riau, menyatakan daratan Sumatra sejak Minggu (19/5) telah
dikepung sebanyak 99 titik panas ("hotspot") akibat minimnya curah
hujan.
"Satelit NOAA 18 mendeteksi kemunculan titik panas terbanyak berada di Provinsi Riau dengan jumlah mencapai 67 titik," kata Tri Puryanti selaku analis lembaga pemantau cuaca itu kepada Antara di Pekanbaru, Senin.
Untuk di Provinsi Riau, demikian Puryanti, titik panas tersebar di sembilan kabupaten dan kota, seperti Rokan Hilir ada sebanyak 29 titik panas serta Rokan Hulu ada sebanyak sembilan "hotspot".
Kemudian, lanjut dia, titik panas juga terdeteksi oleh satelit berada di saratan Kabupaten Bengkalis sebanyak delapan titik, Pelalawan ada enam titik, serta di Siak dan Kabupaten Kuantansingingi masing-masing empat titik panas.
Selanjutnya, di Kota Dumai dan Kabupaten Kampar masing-masing ada sebanyak tiga titik panas, serta di Kabupaten Indragiri Hulu terdeteksi satelit ada satu titik.
Selain di Riau, satelit NOAA-18 yang dioperasikan Singapura juga mendeteksi kemunculan titik panas di sejumlah wilayah Sumatra lainnya, seperti di Sumatra Utara ada sebanyak 14 titik dan Sumatra Barat ada sembilan "hotspot".
Terdeteksi pula titik panas di Jambi sebanyak enam "hotspot", Sumatra Barat ada sembilan titik, Kepulauan Riau ada dua titik, dan Aceh ada satu titik panas.
"Kemunculan titik panas pada bulan Mei 2013 akan cenderung bisa berkurang dan bisa juga sewaktu-waktu meningkat, tergantung cuaca," katanya.
Namun, untuk beberapa hari ke depan, kata Puryanti, khusus wilayah daratan Riau, masih cenderung cerah hingga berawan.
"Satelit NOAA 18 mendeteksi kemunculan titik panas terbanyak berada di Provinsi Riau dengan jumlah mencapai 67 titik," kata Tri Puryanti selaku analis lembaga pemantau cuaca itu kepada Antara di Pekanbaru, Senin.
Untuk di Provinsi Riau, demikian Puryanti, titik panas tersebar di sembilan kabupaten dan kota, seperti Rokan Hilir ada sebanyak 29 titik panas serta Rokan Hulu ada sebanyak sembilan "hotspot".
Kemudian, lanjut dia, titik panas juga terdeteksi oleh satelit berada di saratan Kabupaten Bengkalis sebanyak delapan titik, Pelalawan ada enam titik, serta di Siak dan Kabupaten Kuantansingingi masing-masing empat titik panas.
Selanjutnya, di Kota Dumai dan Kabupaten Kampar masing-masing ada sebanyak tiga titik panas, serta di Kabupaten Indragiri Hulu terdeteksi satelit ada satu titik.
Selain di Riau, satelit NOAA-18 yang dioperasikan Singapura juga mendeteksi kemunculan titik panas di sejumlah wilayah Sumatra lainnya, seperti di Sumatra Utara ada sebanyak 14 titik dan Sumatra Barat ada sembilan "hotspot".
Terdeteksi pula titik panas di Jambi sebanyak enam "hotspot", Sumatra Barat ada sembilan titik, Kepulauan Riau ada dua titik, dan Aceh ada satu titik panas.
"Kemunculan titik panas pada bulan Mei 2013 akan cenderung bisa berkurang dan bisa juga sewaktu-waktu meningkat, tergantung cuaca," katanya.
Namun, untuk beberapa hari ke depan, kata Puryanti, khusus wilayah daratan Riau, masih cenderung cerah hingga berawan.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Masyarakat diimbau waspada hujan petir banjir rob-gelombang laut 4 meter pada Kamis
20 November 2025 8:59 WIB
Masyarakat diimbau waspada cuaca panas, hujan petir, hingga banjir rob pada Jumat
14 November 2025 8:30 WIB
Terpopuler - Nasional
Lihat Juga
Di EEF Presiden Prabowo sebut Samudra Pasifik hubungkan Indonesia dan Rusia
03 September 2026 15:24 WIB
Muhammad Makky sosok ilmuan Unand yang berhasil ciptakan sensor kematangan buah sawit
01 September 2026 12:31 WIB