Palu, (antarasulteng.com) - Pemerintah menargetkan jalur transportasi di perbatasan Sulawesi Tengah dengan Sulawesi Tenggara di bagian tenggara Sulawesi Tengah sudah mulus pada 2014 sehingga bisa menggairahkan ekonomi di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Bina Marga Sulawesi Tengah Syaifullah Djafar di Palu, Selasa, mengatakan jalan nasional tersebut saat ini sedang dalam persiapan proses lelang.
"Paling lambat Agustus sudah tanda tangan kontrak. Sekarang dalam proses lelang. Ini semua dikerjakan dana APBN," kata Syaifullah.
Jalur darat di perbatasan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara saat ini dalam kondisi rusak parah sehingga jarang kendaraan yang melintas di jalur tersebut, padahal jalur ini termasuk jalur pendek yang menghubungkan Sulawesi Tengah dengan Sulawesi Tenggara.
Seorang warga Morowali bernama Wati mengatakan agar bisa tembus ke wilayah Sulawesi Tenggara pengguna jalan harus berjalan kaki sejauh kurang lebih lima kilometer karena tidak bisa dilintasi kendaraan.
Jalan paling parah berada di lima desa di Kecamatan Bungku Pesisir, Morowali, yakni Desa Tangova, Lafeu, Torete dan Buleleng.
"Selepas desa itu masuk di perbatasan tugu semuanya berlumpur. Antrian kendaraan cukup panjang," kata Wati.
Desa-desa yang dilalui tersebut kata dia, adalah daerah pertambangan nikel sehingga jalan tersebut selalu ramai dilintasi masyarakat sekitarnya.
"Dari Sulawesi Tenggara ke Morowali, juga sama parahnya," katanya.
Menurut Syaifullah Djafar, untuk ruas jalan dari Sulawesi Tenggara ke Morowali itu dikerjakan oleh perusahaan yang berbeda dan kontrak pekerjaanya juga terpisah dengan perbaikan jalan dalam area Sulawesi Tengah.
"Sama-sama dibangun sehingga nanti ketemu di perbatasan," katanya.
Syaifullah mengatakan proyek tersebut merupakan proyek paling besar di Sulawesi Tengah dengan menelan anggaran lebih dari Rp200 miliar selama dua tahun.
Syaifullah mengatakan akses jalan di perbatasan tersebut sangat penting untuk menunjang kegiatan ekonomi masyarakat sekitarnya.
Dia mengatakan jika jalan tersebut sudah mantap, geliat ekonomi masyarakat di daerah itu akan semakin tumbuh.
Syaifullah mengatakan dari beberapa titik perbatasan wilayah, hanya perbatasan Sulawesi Tengah-Sulawesi Tenggara yang parah. Sementara yang lain meskipun belum 100 persen mantap tetapi sudah layak dilintasi kendaraan. (SKD)
Jalan Perbatasan Sulteng-Sultra Ditargetkan Mulus 2014
Selasa, 2 Juli 2013 17:07 WIB
Illustrasi-Salah satu kegiatan pengaspalan jalan. (ANTARANews)
Pewarta : Adha Nadjemuddin
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Balai Jalan tuntaskan pembersihan longsor jalur Trans Sulawesi Parigi Moutong
01 September 2026 18:55 WIB
TNI dan masyarakat kerja sama bersihkan material banjir di Jalan Trans Sulawesi
29 August 2026 7:45 WIB
Pelatihan operator alat berat, jalan baru pemuda Luwu timur ke Industri tambang
25 June 2026 10:35 WIB