Logo Header Antaranews Sulteng

Legislator: Ketokohan Bukan Jaminan Dipilih Rakyat

Kamis, 12 September 2013 23:01 WIB
Image Print
Ilustrasi (ANTARASulteng/Istimewa)

Palu, (antarasulteng.com) - Anggota DPRD Sulawesi Tengah Rusli Dg Palabbi mengatakan ketokohan seseorang calon legislatif tidak lagi menjadi jaminan untuk dipilih rakyat pada Pemilu 2014.

"Walaupun dia tokoh, dikenal, tetapi kalau selama lima tahun dia menjabat tidak pernah melakukan hal-hal positif untuk rakyat dia tidak akan dipilih," kata Rusli di Palu, Kamis.

Wakil Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Tengah itu mengatakan sekarang kesadaran politik masyarakat perlahan-lahan mulai terbangun.

"Masyarakat kita sudah pandai. Mereka sudah melihat mana yang betul-betul bekerja untuk kepentingan masyarakat dan mana yang tidak," katanya.

Rusli mengatakan walaupun dirinya juga masuk dalam daftar petahana pada Pemilu 2014 dari daerah pemilihan Donggala dan Sigi tetapi belum menjadi jaminan bisa terpilih kembali. Demikian halnya terhadap petahana lainnya.

"Karena itu tadi, masyarakat kita sudah mulai terdidik secara politik," katanya.

Rusli mengatakan dari tujuh petahana DPRD Sulawesi Tengah yang bertarung kembali pada Pemilu 2014 masih memiliki peluang yang sama untuk duduk kembali.

"Insya Allah saya yakin itu," katanya.

Daerah pemilihan Donggala - Sigi pada Pemilu 2014 mengalami penurunan kursi dari sebelumnya sembilan kursi tinggala delapan kursi.

Satu kursi dilimpahkan ke daerah pemilihan Kota Palu. Palu yang sebelumnya hanya lima kursi menjadi enam kursi.

Sementara itu dari sembilan petahana dari daerah pemilihan Donggala - Sigi tujuh bertarung kembali, sementara satu orang masuk dalam daftar calon legislatif DPR RI yakni Syafrun Abdullah dari PDIP. Satu lainnya tidak mencalonkan diri yakni Suryawati Hosari dari PDS.

Adapun tujuh petahana yang mencalonkan kembali adalah Rusli Dg Palabbi, sebelumnya di PBR pindah ke PAN. Lukman US Heba (Gerindra), Ridwan Yalijama (Golkar), Aminuddin Ponulele (Golkar), Sakina Aljufrie (PKS)

Asgar Djuhaepa (PPP) dan

Bobi (Demokrat).

Bobi sebelumnya adalah pengganti antarwaktu menggantikan As`ad Lawali karena meninggal dunia.(skd)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026