
Anggota DPRD Sulteng Desak Polisi Ungkap Begal

Palu, (antara)sulteng.com - Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Edmond Leonardo mendesak kepolisian setempat untuk mengungkap kasus begal yang kini mulai meresahkan warga Kota Palu.
Edmond melalui pernyataan tertulis yang diterima di Palu, Jumat, juga mendesak polisi menggiatkan patroli tidak hanya di malam hari.
"Siang hari juga ada jambret," kata politisi Partai Nasional Demokrat ini.
Dia mengatakan beberapa hari lalu seorang staf DPRD Sulawesi Tengah dijambret pengendara sepeda motor di dekat Jembatan Palu IV.
Melihat pelakunya adalah seorang remaja yang diperkirakan masih duduk di bangku SMP, korban memberanikan diti mengejar pelaku.
Namun naas, saat korban mencoba mempercepat laju kendaraan, dia hilang keseimbangan dan akhirnya menabrak pembatas jalan.
Korban akhirnya harus dirawat di rumah sakit karena mengalami patah tulang.
Edmod berharap Polda Sulawesi Tengah dan Polres Palu bisa menciptakan keamanan di wilayahnya agar masyarakat tidak khawatir saat bepergian.
Sebelumnya, Kepala Polres (Polres) Palu AKBP Basya Radyananda mengemukakan preman di wilayahnya yang terjaring razia sebagian besar berusia di bawah umur (kurang dari 18 tahun) sehingga membutuhkan bimbingan lebih lanjut.
Basya Radyananda mengatakan preman di bawah umur tersebut telah melakukan tindak kriminal antara lain pencurian sepeda motor, penjambretan atau penganiayaan.
"Ketika ditanya alasan mereka mencuri motor, jawabannya asal, yakni kuncinya ada di motor," kata Basya.
Untuk menghindarkan preman di bawah umur tersebut terjerumus ke tindak pidana yang lebih dalam, polisi melakukan pembinaan.
Dia juga mengimbau kepada orang tua untuk lebih memperhatikan pergaulan anaknya supaya tidak terlibat kenakalan remaja yang menjerumus ke arah premanisme.
Dia mengakui sebagian besar aksi premanisme di Kota Palu adalah kenakalan remaja yang patut mendapat perhatian dari orang tua dan sekolah. (skd)
Pewarta : Riski Maruto
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
