Logo Header Antaranews Sulteng

BI: Transaksi QRIS di Sulteng capai 47,53 juta hingga Juni 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 10:33 WIB
Image Print
Seorang polisi mengecek pajak kendaraan bermotor melalui alat pembayaran digital QRIS Tap pada peluncuran program Mall siap QRIS Tap dan Samsat siap QRIS Tap di Kota Palu, Sulteng, Selasa (11/8/2026). ANTARA/Moh Ridwan

Palu, Sulteng (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat jumlah transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sulawesi Tengah hingga Juni 2026 mencapai 47,53 juta transaksi atau tumbuh 236 persen secara tahunan (year on year/yoy).

"Jumlah transaksi pada triwulan II ini juga lebih besar dibandingkan total transaksi pada 2025 secara kumulatif yang mencapai 37,80 juta transaksi," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Sulawesi Tengah Muhammad Irfan Sukarna di Palu, Sulteng, Kamis.

Menurut dia, peningkatan tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat Sulawesi Tengah dalam mengadopsi sistem pembayaran digital menggunakan QRIS.

Ia mengatakan pertumbuhan transaksi tersebut juga sejalan dengan peningkatan jumlah pengguna QRIS di Sulawesi Tengah yang hingga Juni 2026 mencapai 409,32 ribu pengguna atau tumbuh 17,83 persen (yoy).

Selain itu, jumlah merchant QRIS di Sulawesi Tengah juga terus meningkat menjadi 346 ribu merchant.

Ia mengatakan capaian tersebut menempatkan Sulawesi Tengah sebagai daerah dengan jumlah merchant QRIS terbanyak ketiga di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), setelah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

"Mayoritas merchant QRIS di Sulawesi Tengah berasal dari sektor usaha mikro yang mencapai 80,09 persen dari total merchant yang terdaftar," ujarnya.

Ia mengatakan pertumbuhan penggunaan QRIS tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan pembayaran digital sekaligus mendukung penguatan ekosistem ekonomi digital di Sulawesi Tengah.

Selain itu, BI Sulteng juga menghadirkan program inovasi Mall siap QRIS Tap dan Samsat siap QRIS Tap guna menunjang penguatan ekosistem pembayaran digital di provinsi ini.

"Program ini lahir untuk memudahkan transaksi saat berbelanja di mal dan pembayaran pajak kendaraan bermotor tanpa harus transaksi tunai," ujarnya.

Ia menjelaskan program itu merupakan kerja sama dengan pemerintah daerah (pemda) setempat dalam mempercepat digitalisasi layanan publik, maupun menghadirkan transaksi nontunai berbasis Near Field Communication (NFC) yang jauh lebih mudah dan lebih cepat.



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026