Logo Header Antaranews Sulteng

Apindo Minta DPRD Segera Undang Pertamina

Jumat, 30 November 2012 15:13 WIB
Image Print
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya (kanan), bersama Vice President Suply (FOTO ANTARA/R. Rekotomo)

Palu (antarasulteng.com) - Sekretaris DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Tengah Achrul Udaya mengatakan DPRD provinsi setempat mestinya segera mengundang Pertamina untuk dimintai keterangannya terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang melanda sejumlah daerah.

"DPRD harus responsif. Melihat kondisi begini mestinya segera mengundang Pertamina. Kita mau dengar sebab-sebab terjadinya kelangkaan BBM. Apakah karena pengaruh dihapuskannya BP-Migas, atau karena apa," kata Achrul di Palu, Jumat.

Dia khawatir, jika kondisi ini berlangsung lama bisa berdampak pada sektor lain khususnya kepada industri sehingga mengganggu iklim investasi.

"Yang paling terasa itu industri kecil, karena ini menyangkut operasional perusahaan," katanya.

Achrul mengatakan, Pertamina harus transparan terhadap jumlah pasokan BBM ke Sulawesi Tengah baik BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi.

"Kita tidak tahu berapa quota BBM untuk Sulawesi Tengah. Berapa untuk dikonsumsi publik, berapa untuk industri," katanya.

Achrul mengatakan transparansi Pertamina itu penting karena ini terkait hajat hidup orang banyak dan banyak sektor yang bisa dipengaruhinya.

Dia mengatakan, akibat kelangkaan BBM dalam sepekan terakhir harga premium eceran di kios-kios di Kabupaten Parigi Moutong mencapai Rp10 ribu.

"Alasan mereka dibeli di Palu. Makanya mahal. Tadi malam sudah BBM sulit, listrik juga padam," kata Achrul.

Dia mengatakan, jika kondisi seperti ini terus terulang setiap tahunnya bisa membuat iklim usaha di daerah ini tidak nyaman.

"Kalau tidak nyaman kan orang bisa lari keluar," katanya.

Sebelumnya, anggota Komisi II (ekonomi dan keuangan) DPRD Sulawesi Tengah Zainal Daud mengatakan, komisi II rencananya akan mengundang Pertamina terkait dengan kelangkaan BBM di daerah ini. Hanya saja ia belum bisa memastikan kapan pemanggilan itu akan dilakukan.

Ia bahkan sudah turun melihat langsung kondisi antrean di sejumlah SPBU.

Sementara itu realisasi BBM di Sulawesi Tengah pada 2011 sebanyak 480.617 kiloliter, sementara kuota hanya 472.506 kiloliter.

Realisasi BBM dari Pertamina pada 2011 terbesar premium yakni 278.198 kiloliter dari kuota yang hanya 274.054 kiloliter. Demikian halnya solar mencapai 119.974 dari kuota 115.712 kiloliter. Distribusi BBM tersebut untuk melayani kendaraan bermotor di Sulawesi Tengah yang jumlahnya mencapai 1.191.019 unit sementara mobil sebanyak 131.789 unit.

Sementara itu realisasi minyak tanah sebesar 82.445 kiloliter dari 82.740 kiloliter kuota.

Bahan bakar minyak tersebut didistribusi oleh 152 lembaga penyalur. Khusus premium dan solar didistribusi di 52 SPBU dan APMS 26 unit. SPBU terbanyak ada di Kota Palu yakni 15 unit. (A055)



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026